Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Pendidikan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bekerja sama dengan
Excellent Star Quality (ESQ) menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknik
(bimtek) peningkatan kapasitas SDM guru mata pelajaran Bahasa Jawa.
Bimtek peningkatan kapasitas SDM guru mata pelajaran (mapel) Bahasa
Jawa, digelar di Gedung PGRI Klaten dan dibuka oleh Plt Kepala Dinas
Pendidikan Klaten, Yunanta, Senin (26/12). Kegiatan bimtek ini diikuti
100 guru SD.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Yunanta, mengatakan tujuan diadakan bimtek bagi guru SD, adalah untuk membantu menyukseskan mapel Bahasa Jawa yang sekarang menjadi pokok pelajaran bagi SD/SMP.
"Untuk menyukseskan mapel Bahasa Jawa, Dinas Pendidikan Klaten
bekerja sama dengan ESQ berupaya mempercepat implementasi kurikulum
merdeka mapel Bahasa Jawa jenjang SD/SMP di Kabupaten Klaten," jelasnya.
Yunanta mengakui, anak didik di bangku SD/SMP menyebutkan mapel Bahasa Jawa sulit dipelajari. Padahal, bahasa daerah ini merupakan bahasa ibu yang mencerminkan karakter. Karena itu, perlu dilestarikan melalui pendidikan anak di sekolah.
"Sekarang dengan berkembangnya media sosial, anak-anak kita mudah
terpengaruh budaya luar. Maka, untuk pencegahan pengaruh budaya asing di era globalisasi ini, mapel Bahasa Jawa perlu diberikan di jenjang
SD/SMP," ujar Yunanta.
Kenalkan budaya
Sementara itu, Direktur ESQ Kabupaten Klaten, Dwi Harjaka, menjelaskan
bahwa kegiatan bimtek SDM guru Bahasa Jawa bertujuan mengenalkan budaya dan sastra, khususnya Bahasa Jawa bagi para guru tersebut.
Untuk itu, ESQ menghadirkan narasumber pakar Bahasa Jawa, yakni Lanjar
Purwanto dan Ki Suparno Wiyoto Haryono. Materi yang disampaikan
narasumber meliputi teori tata bahasa, wawasan seni, dan teori
unggah-ungguh basa (bicara).
"Harapannya ke depan setelah para guru mapel Bahasa Jawa mengikuti
bimtek yang kami selenggarakan bersama Dinas Pendidikan, anak didik
SD/SMP di Klaten bisa bisa memahami aksara Jawa dan budi pekerti sebagai dasar tatanan bahasa," tandasnya. (N-2)
antara niat baik kebijakan dan keterbatasan struktur. Di titik inilah kesejahteraan guru non-ASN menjadi cermin cara negara mengelola tanggung jawabnya sendiri.
FOKUS pemerintah terhadap dunia pendidikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kepada guru saat ini sangat luar biasa
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Dengan 98.036 Guru lulus PPG Batch 4, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi hingga saat ini mencapai 659.157 Guru.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved