Minggu 04 Desember 2022, 20:03 WIB

Pelaku Perusakan Hutan Produksi Karawang Diancam 20 Tahun Penjara

Atalya Puspa | Nusantara
Pelaku Perusakan Hutan Produksi Karawang Diancam 20 Tahun Penjara

ANTARA
Ilustrasi

 

PENYIDIK Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabalnusra) menjerat tersangka berinisial MU,46, dengan pidana berlapis. MU diketahui telah melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa izin dan penggunaan kawasan hutan tanpa izin. 

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra Taqiuddin mengungkapkan, MU (46) merupakan Perum Sofi Residen, Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 

Baca juga: Relokasi Rumah Warga Korban Gempa Cianjur Selesai Sebelum Lebaran

Penyidik menjerat pelaku karena mengelola limbah B3 tanpa izin dan penggunaan kawasan hutan tanpa izin di wilayah Dusun Simargalih V RT.16/RW.05 Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, yang masuk dalam wilayan kerja Perum Perhutani KPH Purwakarta. 

Pelaku akan dikenakan sangkaan Pasal 98 ayat (1) dan/atau Pasal 104 Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman pidana penjara maksimum 10 tahun dan denda maksimum Rp10 miliar dan Pasal 50 ayat (3) huruf a, serta Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah diubah dalam Pasal 50 ayat (2) huruf a Jo. Pasal 78 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara maksimum 10 tahun serta denda maksimum Rp 7,5 miliar. 

Selain Tersangka, Tim Penyidik juga menyerahkan sejumlah barang bukti. Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra.

“Gakkum KLHK akan menindak tegas pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan termasuk pelaku perusakan lingkungan dan perusakan kawasan hutan agar memberikan efek jera," kata Taqiuddin dalam keterangan resmi, Minggu (4/12). 

Saat ini sendiri, berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Karaang dan kasus telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Karawang. 

Berkaitan dengan penanganan perkara ini Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan bahwa pidana berlapis (multidoor) terhadap tersangka dikenakan agar ada efek jera bagi pelaku kejahatan lingkungan hidup. 

“Pelaku tidak hanya dikenakan UURI Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup tetapi juga dikenakan UURI Kehutanan," ucapnya. 

Ia menegaskan bahwa pelaku kejahatan pembuangan limbah dan perusakan lingkungan hidup dan kawasan hutan harus dihukum seberat-beratnya. 

"Kami ingatkan bahwa kami tidak akan kompromi, kami akan menindak lebih tegas para pelaku perusakan lingkungan hidup dan hutan," tegas pria yang akrab disapa Roy itu. 

Kejahatan pengelolaan limbah B3 ilegal adalah kejahatan serius karena berdampak tidak hanya pada pencemaran lingkungan hidup akan tetapi mengganggu kesehatan masyarakat. 

"Penindakan pidana berlapis ini harus menjadi peringatan dan pembelajaran bagi pihak-pihak lainnya, karena akan mendapat hukuman berlapis dan sangat berat,” pungkas Roy. (OL-6)

Baca Juga

DOK pribadi.

Rampai Nusantara Kalimantan Tengah Diminta Kawal Program Food Estate

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 15:00 WIB
Program food estate akan menghidupkan lahan-lahan rawa yang selama ini kurang produktif dan tidak maksimal...
Ist

Cegah Virus ASF, NTT Larang Pengiriman Ternak Babi Antarpulau

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 14:01 WIB
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur masih melarang melakukan pengiriman ternak babi antarpulau dari NTT sebagai upaya pencegahan...
Antara

Bantul Programkan Penanaman Padi Jenis Nutri Zink

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 13:03 WIB
Padi Nutri Zinc merupakan varietas unggul yang mempunyai kandungan nutrisi lain dengan padi yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya