Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Soroti Istilah Polisi Sampah, Sekretaris KBPP Sulsel Nilai Sengaja Sindir Polri

Mediaindonesia.com
19/10/2022 22:49
Soroti Istilah Polisi Sampah, Sekretaris KBPP Sulsel Nilai Sengaja Sindir Polri
Sekretaris KBPP Polri Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Zakir Sabara(Ist)

SEKRETARIS KBPP Polri Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Zakir Sabara, menyoroti petugas pengawas sampah yang bakal dibentuk oleh Wali Kota Makassar Danny Pomanto. Pasalnya kata Zakir, penamaan ‘Polisi Sampah’ yang digunakan oleh Wali kota dua periode tersebut seolah menyindir instansi kepolisian. 

“Mengapa yang anda buat bukan satgas sampah atau personil patroli sampah atau entah memang sengaja memilih diksi polisi sampah sebagai sindiran atas kondisi yang mendera internal kepolisian beberapa hari belakangan ini,” ujar Zakir, Rabu, (19/10). 

Baca juga: Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Pembunuhan di Sawah Besar

Katanya, diksi “polisi sampah” secara phsicososial akan semakin menambah beban moral jajaran pimpinan kepolisian, dan seluruh personil yang ada untuk pemulihan kepercayaan masyarakat. Padahal kata Guru Besar Teknik Kimia itu, untuk hal-ihwal mengembalikan wibawa dan citra kepolisian, bukan hanya tanggung jawab pimpinan kepolisian dan jajarannya. 

Akan tetapi tanggung jawab semua anak bangsa lebih khusus yang kebetulan mendapatkan amanah sebagai kepala daerah (gubernur, bupati dan walikota). “Amat sangat disayangkan pilihan diksi “polisi sampah” secara gegabah disematkan untuk sebuah program pemerintah daerah yang digulirkan oleh seorang wali kota,” terangnya. 

Lanjutnya, saat ini bisa diterawang sambil merasakan betapa berat beban moral pimpinan tertinggi jajaran kepolisian dalam hal ini Kapolri.

“Ia menguras segala kemampuan yang dimilikinya untuk mengembalikan citra dan wibawa polisi dihati, jiwa dan pikiran warga masyarakat agar berada tepat pada posisi yang presisi,” tuturnya.

Akan tetapi bak nila setitik merusak susu sebelanga, pilihan diksi “polisi sampah” sekali lagi membuat langkah Kapolri sedikit terantuk kerikil kecil nan tajam menembus sepatu menusuk tapak kaki,” lanjutnya. Ia meminta agar Danny Pomanto bisa sedikit berempati atas sejumlah masalah yang dihadapi internal kepolisian saat ini.

Dengan tidak menambah sejumlah istilah yang mencitrakan secara negatif kepolisian republik Indonesia. Dalam artian kalau tidak bisa mengambil peran untuk memperbaiki citra dan wibawa kepolisian paling tidak jangan ikut menambah diksi “citra buruk” kepolisian. 

"Mohon arahan dan bimbingan Bapak Kapolri dan Kapolda Sulawesi Selatan atas hal tersebut di atas karena ini sangat mengganggu kami sebagai bagian dari keluarga besar Polri,” tutupnya. 

Sebelumnya, Wali Kota Makassar  Danny Pomanto berencana untuk membuat pengawas sampah. Pengawas sampah bakal ditempatkan di 153 kelurahan yang ada di Makassar.

Danny Pomanto menegaskan, tugas pengawas sampah ialah mengawasi dan mengamati penumpukan sampah di lorong-lorong.

"Mereka akan berkeliling tiap hari lalu melaporkan perkembangannya kepada Danny Pomanto secara langsung. “Pajamma-jamma (tukang lapor) kira-kira ini. Langsung ke saya (laporannya), jadi saya langsung kontrol,” ucap Danny Pomanto, Selasa (18/10). (RO/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya