Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
LAJU inflasi di Sumatera Selatan memperkirakan bakal sulit berada sesuai target yang ditetapkan pemerintah sebesar 3 persen +- 1 persen untuk 2022.
"Pergerakannya inflasi sampai dengan akhir tahun akan berada di atas koridor atau target tersebut," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Selatan, Erwin Soeriadimadja, saat acara High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumsel.
Diakuinya, pihaknya memproyeksi besaran inflasi Sumsel bisa kembali berada di koridor awal pada Semester II/2023 mendatang. Diketahui, inflasi tahunan Sumsel telah mencapai level 6,7 persen pada September 2022 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel. Angka itu pun tercatat di atas inflasi nasional pada periode yang sama, yakni sebesar 5,95 persen. Meski besaran inflasi tahun 2022 bakal lebih tinggi dibandingkan tahun 2021, namun bank sentral memastikan laju tersebut masih terkendali.
Erwin mengatakan pemicu inflasi pada September 2022 adalah kelompok transportasi, lantaran adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Sehingga harga komoditas BBM, tarif kendaraan roda 2 online, dan solar berperan terhadap inflasi Sumsel," katanya.
Selanjutnya, TPID Provinsi Sumatra Selatan akan terus bersinergi dengan TPIP maupun TPID Kabupaten/Kota untuk melakukan pengendalian inflasi berpedoman pada strategi pengendalian inflasi 4K, yakni Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif, serta 7 program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GBNPIP).
"Berbagai upaya yang telah dilakukan, antara lain pelaksanaan pasar murah, operasi pasar beras di 30 lokasi sejak 2 Oktober lalu, optimalisasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan, serta perluasan lahan komoditas hortikultura," katanya.
Erwin memaparkan perluasan di sisi hulu itu untuk komoditas cabai merah dan bawang merah di sentra produksi, antara lain Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir (OKI) secara bertahap sampai dengan November.
Ia menambahkan, selama sisa waktu dua bulan terakhir ini, TPID pun bakal melaksanakan berbagai kegiatan, seperti optimalisasi Kerja sama Antardaerah (KAD), perluasan implementasi digital farming baik di sisi hulu maupun hilir, serta melanjutkan pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar di 17 Kota dan Kabupaten Sumsel lainnya, khususnya ketika terjadi kenaikan harga.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumsel Supriono meyakini bahwa kondisi inflasi Sumsel masih terkendali. "Meskipun pada akhir tahun ada momen Natal dan Tahun Baru, saya pikir tidak akan berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Berbeda ya dengan momen Ramadan dan Idulfitri," katanya. (OL-15)
Harga di Pasar Penuin, Pasar Mitra Raya, dan Pasar Tos 3000 menunjukkan harga cabai rawit merah menembus Rp92.950 per kilogram.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia menahan BI-Rate di 4,75% untuk stabilkan rupiah di tengah gejolak global. Rupiah Rp16.880 per dolar AS, BI nilai masih undervalued.
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
Cek harga cabai di 5 pasar utama Batam (Tos 3000 hingga Penuin) per 18 Februari 2026. Harga rawit merah tembus Rp85.000/kg jelang Ramadan.
Update harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati per 18 Februari 2026. Harga cabai rawit merah mulai turun ke Rp80.000/kg jelang Ramadan 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved