Rabu 21 September 2022, 19:06 WIB

Pemprov Sumsel Segera Berlakukan Tarif Baru AKDP Kelas Ekonomi

Dwi Apriani | Nusantara
Pemprov Sumsel Segera Berlakukan Tarif Baru AKDP Kelas Ekonomi

ANTARA
Ilustrasi

 

KENAIKAN tarif angkutan kota dalam provinsi (AKDP) kelas ekonomi di Sumsel akan diberlakukan dalam waktu dekat. Saat ini, hasil kesepakatan sudah masuk ke Biro Hukum Pemprov Sumsel, sehingga tidak lama lagi, akan ditandatangani Gubernur dan dikeluarkan SK tarif yang baru.

"Sudah ada hasil kesepakatannya, tapi belum bisa kita umumkan karena masih di Biro Hukum. Kita ambil solusi jalan tengahnya dan akan diumumkan nanti setelah diteken Gubernur," ujar Arinarsa JS, Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Rabu (21/9).

Menurutnya, pengajuan dari Pemprov saat pembahasan beberapa waktu lalu sebesar 22 persen. Sedangkan usulan Organda Sumsel 29,07 persen. "Intinya di atas 22 persen dan di bawah 29,07 persen. Antara 24 atau 25 persen," ungkapnya.

Ia menjelaskan, di lapangan saat ini sudah berlaku tarif baru, meski belum ada aturan atau kebijakan yang dikeluarkan mengenai dampak kenaikan BBM. "Harga pasaran sudah ada dan berlaku, cuma itu dilegalkan karena harga BBM sudah naik per 3 September lalu," bebernya.

Ia menyebut, tarif itu ditentukan berdasarkan tarif batas atas dan bawah serta dasar. "Tergantung pelayanan yang diberikan. Tapi, kalau dia bus eksekutif bisa menaikkam di atas 30 persen, tergantung layanan yang diberikan. Kita hanya mengatur bus AKDP ekonomi saja," jelasnya.

Nasir, Wakil Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumsel menambahkan, rata-rata pengusaha bus AKDP telah memberlakukan kenaikan 25 persen. Sebab, biaya operasional yang dikontribusikan BBM mencapai 40 persen.

"Di lapangan saat ini kenaikan tarif yang diberlakukan masih 25 persen, menyesuaikan dengan kenaikan BBM. Itupun, para penumpang masih menawar. Misal kita tetapkan Rp68 ribu, mereka minta Rp65 ribu," ujarnya.

Ia menilai, kenaikan harga itu masih lazim karena ikut menyesuaikan dengan harga BBM. "Apalagi komponen BBM ini merupakan 40 persen dari biaya operasional kita. Memang BBM mendominasi. Tidak bisa kalau tidak naik sejak awal," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Kapal Pesiar yang Bawa Turis Asing Singgah di Sikka

👤Gabriel Langga 🕔Rabu 28 September 2022, 09:15 WIB
Kedatangan kapal-kapal pesiar ini sekaligus membawa para turis asing untuk menikmati pariwisata yang ada di Kabupaten Sikka seperti...
MI/Dwi Apriani

Dukung JKN, TNI AD Tingkatkan Layanan Rumah Sakit

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 28 September 2022, 08:50 WIB
SEBAGAI upaya mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), TNI Angkatan Darat terus mendorong peningkatan layanan rumah sakit yang...
dok.ist

Relawan SDG Gaungkan Ganjar Presiden 2024 di Tasikmalaya

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 08:45 WIB
Relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) kembali melakukan konsolidasi ke pondok pesantren dalam rangka doa bersama untuk Indonesia dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya