Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA telur ayam ras mulai merangkak turun Rp2.000-Rp2.500 per kilogram di pasar tradisional beberapa daerah di Jawa Tengah, tetapi giliran harga beberapa jenis cabai kembali merangkak naik Rp5.000-Rp10.000 per kilogram.
Pemantauan Media Indonesia Selasa (30/8) pedagang sembako, makanan maupun warga di beberapa daerah di pantura Jawa Tengah seperti Semarang, Kendal, Batang dan Salatiga dapat sedikit bernafas lega, karena harga telur ayam ras mulai merangkak turun meskipun hanya berkisar Rp2.000-Rp2.500 per kilogram.
Harga telur ayam ras yang sebelumnya capai Rp31.000-Rp32.000 per kilogram kini telah mulai turun menjadi Rp28.000-Rp29.000 per kilogram, bahkan di tingkat pemasok harga telur Rp27.000-Rp28.000.
Namun turunnya harga telur, tidak terjadi dengan barang kebutuhan lain karena harga beberapa jenis cabai kembali naik Rp5.000-Rp10.000 per kilogram seperti cabai merah keriting dari Rp40.000 per kilogram menjadi Rp50.000 per kilogram, rawit merah dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram dan beberapa jenis lain stabil.
"Telur sudah mulai turun, meskipun tidak terlalu besar namun cukup membuat sedikit lega bagi kami pedagang sektor makanan," ujar Ayong,50, pemilik rumah makan di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Semarang.
Hal tersebut juga diungkapkan beberapa pedagang pasar tradisional Kabupaten Semarang seperti Bandarjo, Babadan dan Projo, harga telur ayam ras kembali turun setelah melonjak hingga Rp32.000 per kilogram. "Kalau harga dari pemasok turun, kami juga ikuti turun," kata Agustin,56, pedagang sembako di Pasar Babadan, Semarang.
Turunnya harga telur, ungkap Naning,65, pedagang bumbu dapur di Pasar Johar Semarang, tidak berarti pedagang dan warga dapat bernafas longgar karena harga cabai meningkat kembali dibandingkan sebelumnya, meskipun stok tersedia cukup banyak. "Kalau bawang merah sudah beberapa hari lalu turun menjadi Rp25.000-Rp30.000 per kilogram," tambahnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Batang Subiyanto sebelumnya mengatakan melonjaknya harga telur ayam ras terjadi karena beberapa hal seperti naiknya pakan ayam dan pergantian musim hingga menyebabkan menurunnya produksi, diyakini bakal kembali turun meskipun belum stabil sepenuhnya.
"Kita akan lakukan upaya untuk menekan harga telur, salah satunya kelancaran dan kemudahan distribusi hingga dapat menekan biaya transportasi serta menjamin pasokan pakan ternak," imbuhnya.
Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Jateng Arif Sambodo kenaikan harga telur ayam ras terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia terjadi karena berbagai sebab, namun berbagai langkah ditempuh secara berangsur akan kembali normal seperti sebelumnya. (OL-13)
Baca Juga: Kasus PMK Mereda, Pasar Sapi Jelog Boyolali Uji Coba Transaksi Langsung
Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan memperkuat pengawasan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang.
Sabtu (27/12) ribuan perahu dan kapal nelayan, sejak dini hari tidak bergerak dan ditambatkan di sejumlah pelabuhan perikanan di daerah di Pantura Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved