Minggu 21 Agustus 2022, 19:08 WIB

2 Tahun Terakhir di Sulsel Masih Ditemukan Kasus Campak dan Rubella

Lina Herlina | Nusantara
2 Tahun Terakhir di Sulsel Masih Ditemukan Kasus Campak dan Rubella

Medcom
Ilustrasi

 

DUA tahun terakhir, masih ditemukan kasus positif campak dan rubella di Provinsi Sulawesi Selatan. Seperti pemerintah pusat, Sulsel pun berkomitmen mewujudkan eliminasi campak rubella pada 2023. Karenanya, digelarlah bulan imunisasi anak nasional (BIAN).

Martira Maddepungeng, Bidang Pengabdian Masyarakat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulsel menjelaskan, sejak tahun 2021 ada tiga kasus difteri di Sulsel, dan itu sudah masuk kategori kejadian luar biasa.

Baca juga: PAN Bicara Kemungkinan Adanya Parpol Lain Gabung KIB

"Apa yang terjadi tersebut, karena produk imunisasi yang tidak lengkap. Akibat pandemi Covid-19 banyak anak yang tidak melakukan imunisasi rutin, dan akibatnya, anak mulai tidak kebal, karena tidak imunisasi," jelas Martira.

Sehingga memang sangat perlu dilakukan upaya memutuskan transmisi penularan dengan melalukan pemberian imunisasi tambahan tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Sulsel, Erwan Tri Sulistiyo menambahkan, untuk memutus rantai penularan penyakit campak dan rubella, maka Sulsel perlu cakupan imunisasi minimal 95%, dan itu menjadi target kita hingga 13 September mendatang.

"Ini masih dalam rangkaian program BIAN. Imunisasi diberikan pada anak usia 9 bulan hingga 12 tahun, termasuk imunisasi kejar atau melengkapi status imunisasi rutin anak usia 12-59 bulan," tambah Erwan.

Dan hingga 18 Agustus, cakupan BIAN di Sulsel, untuk imunisasi tambahan campak dan rubella telah mencapai 69,75%, dan imunisasi kejar IPV 7,91%, OPV 12,66% dan DPT-HB-Hib 8,34%. (OL-6)

Baca Juga

dok.PUPR

Badan Jalan Penghubung Longsor, Grobogan-Sragen Terputus

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 01 Desember 2022, 09:25 WIB
BENCANA tanah longsor mengakibatkan jalan penghubung antar daerah di Jateng terputus, tepatnya di Desa Bago, Kecamatan Kradenan, Kabupaten...
DOK Pribadi.

Alumni dan Mahasiswa Unika Atma Jaya Tetap Komitmen Bantu Cianjur

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 09:15 WIB
BNPB mendata hingga kini sudah terdata sekitar 10 ribu relawan yang berkontribusi dalam penanganan Cianjur. Setiap hari yang bergerak...
dok.ist

Masyarakat Desa di Sulteng Doakan Ganjar Presiden

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 09:04 WIB
JUMLAH relawan pendukung Ganjar Pranowo dari kalangan masyarakat desa kembali bertambah. Kali ini, dukungan tersebut hadir jauh dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya