Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA bahan pangan pokok di pasar tradisional Klaten, Jawa Tengah,
stabil menjelang perayaan Tahun Baru Islam 1444 Hijriah.
Sementara, harga cabai rawit mulai merambat turun pekan ini, dan
cabai besar merah serta keriting (tampar) masih tinggi.
Pantauan di Pasar Gede Klaten, harga cabai rawit yang pekan lalu per
kilogram (kg) masih Rp85.000, sekarang turun menjadi Rp60.000.
Kecuali cabai besar merah (teropong) kini masih bertengger di harga
Rp95.000 per. Pun harga cabai keriting tetap bertahan Rp75.000 per kg.
"Hanya cabai merah besar dan cabai keriting yang harganya masih tinggi
sampai sekarang ini,� kata Triyanti, pedagang, Selasa (26/7).
Selain cabai rawit, harga bawang merah juga mulai turun. Kini, bawang
merah super di pasar Rp60.000 per kg atau turun Rp10.000.
"Berbeda dengan bawang putih. Harga komoditas ini tidak bergejolak.
Dalam beberapa pekan terakhir harga stabil Rp27.000 per kg," jelasnya.
Harga bahan pangan pokok lainnya, seperti daging ayam stabil Rp35.000
per kg, daging sapi Rp120.000 per kg, dan telur Rp27.000 per kg.
Menurut Slamet, pedagang, harga daging ayam, daging sapi, dan telur ayam stabil, bahkan cenderung turun pasca-Hari Raya Idul Adha.
Harga beras dan gula pasir di pasar tradisional ini juga stabil. Beras
kualitas prima Rp10.000 per kg dan gula pasir Rp13.000 per kg.
"Hingga saat ini pasokan dan ketersediaan bahan pangan pokok di Pasar
Gede Klaten aman menjelang Tahun Baru Islam 1444 H," pungkasnya. (N-2)
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
Curah hujan tinggi pada Selasa (3/3) menyebabkan Sungai Dengkeng meluap.
Polres Klaten berhasil membongkar pencetak dan pengedar uang palsu pecahan Rp100.000, serta menangkap empat orang tersangka. Barang bukti uang palsu yang diamankan sebanyak 3.556 lembar.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Tujuannya memberi kesempatan kepada masyarakat pengguna layanan menyampaikan usulan, masukan, dan saran kepada penyelenggara pelayanan terkait dengan pelayanan yang diterima.
Ribuan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, perlu ditangani secara sinergi dan kolaborasi gabungan dari berbagai sumber dana .
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved