Sabtu 25 Juni 2022, 23:09 WIB

Tren Healing Melukat di Carangsari, Berkahnya Mengalir Hingga ke APBD Kabupaten

Iis Zatnika | Nusantara
Tren Healing Melukat di Carangsari, Berkahnya Mengalir Hingga ke APBD Kabupaten

Antara/Fikri Yusuf
Warga dan pelancong melakukan tradisi melukat di sumber air suci di Kabupaten Badung, Bali

 

Berkendara 90 menit saja dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, kita akan tiba di Desa Wisata Carangsari, Kabupaten Badung, Bali. Desa wisata berpenduduk 4.655 jiwa pemenang pertama kategori konten kreatif pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 itu kini ramai wara wiri di media sosial.

Silih berganti pelancong berdatangan ke desa yang punya daya tarik lengkap, alam, kultur, sejarah hingga aktraksi itu. Namun, Carangsari kini paling ramai diperbincangkan kaum urban karena tradisi melukat di Kawasan Taman Beji Samuan di tepi Tukad atau Sungai Penet. Air sungai nan sejuk, yang mengalur tenang dan panorama tenang dan hijau di sekitarnya membuat ritual Hindu itu kini jadi prioritas pertama para pelancong, terutama anak-anak muda yang hobi menjelajahi tradisi.

"Su" yang bermakan baik dan “lukat,” berarti “penyucian” yang menjadi asal usul kata melukat bermakna ritual menyucikan atau membersihkan diri dengan air suci untuk memperoleh kebaikan, dan menjauhkan dari terpaan unsur negatif, mulai mimpi buruk, penyakit, hingga kegalauan. Air suci itu bisa ditemukan di pura, sungai, laut, mata air, pancuran, hingga air dari sungai seperti di Carangsari.

Mengenakan kebaya brukat yang disebut baju adat madya bagi perempuan dan kain bagi pria, momen terbaik untuk diabadikan di Instagram adalah ketika percikan air membasahi rambut dan wajah. Sungguh healing yang keren!

Kolaborasi bersama
Kegiatan spiritual yang kini menjadi bagian dari wisata kultur bagi para turis itu dikisahkan dalam video bertitel Best Practice dan Studi Tiru Desa Wisata di YouTube Apkasi Official yang ditayangkan pada April 2022. Dalam webinar yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), kerja bersama Pemerintah Kabupaten Badung serta Desa Carangsari itu dikupas, bersama video serupa yang juga dibuat di Desa Wisata Kaki Langit di Kabupaten Bantul, Yogyakarta serta Desa Wisata Tamansari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, semuanya para jawara ADWI.


Menyasar potensi besar pelancong generasi muda, Carangsari juga menonjolkan wajah akulturasi budaya Bali dan Tionghoa, sehingga di sana vihara bisa berdiri bersisian dengan pura. Berkah alam berupa kebun kakao juga dihadirkan dalam sajian cokelat panas dalam kegiatan melancong ke kebun dan pabrik Pod Chocolate. Dijamin sedap karena kini sudah diekspor ke Eropa.

Menyesap minuman yang wangi dan nyoklat  itu menjadi jeda yang menyenangkan di antara kegiatan arung jeram hingga menonton aktraksi tari topeng Tugek Carangsari karya Maestro I Gusti Ngurah Widya, menjelajahi Puri Agung Carangsari atau bertandang ke Monumen I Gusti Ngurah Rai. Ya, Carangsari yang rupawan dan sarat potensi itu merupakan tanah kelahiran sang pahlawan kebanggaan warga Bali itu.   

“Ketika investor di sektor wisata banyak masuk ke desa kami, penduduk kami mendapatkan lapangan pekerjaaan baru serta perekomian bertumbuh pesat,” ujar Kepala Desa Carangsari I Made Sudana tentang desanya yang mulai hits sejak 2019 itu.

Pengelola Desa Wisata Carangsari Ida Bagus Nama Rupa memaparkan, sebelum meraih penghargaan pemerintah pusat, desanya telah dikunjungi 6.000 turis per bulan. Setelah sukses menjadi salah satu pilihan utama pelancong di Bali dengan tagar The Historical Village, berkah wisata kini terus berlipat, mengalir sehingga warga tak lagi hanya bergantung pada pertanian.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Nyoman Rudianta membagi kiatnya, desa wisata akan maju jika ditopang komitmen masyarakat. “Desa wisata berbasis community based tourism, maka yang pertama harus dilakukan  adalah pembinaan terhadap Kelompok Desa Wisata serta pelatihan digitalisasi, Itu yang menjadikan Carangsari memiliki aplikasi yang memperkenalkan desanya ke dunia.”

Bupati Badung Giri Prasta yang juga Wakil Ketua Umum Apkasi I Nyoman Giri Prasta menyatakan pengembangan desa wisata efektif mempercepat transformasi ekonomi, sosial hingga budaya karena kegiatan pembangunan menjadi milik warga sepenuhnya. “Kami membuka diri kepada kabupaten-kabupaten lain untuk studi tiru ke Carangsari agar kita bisa saling belajar.”       

Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang dalam webinar itu menegaskan, Apkasi siap melahirkan 416 desa wisata baru, sesuai jumlah kabupaten.yang ada di Indonesia. “Karena desa wisata akan menjadi media promosi dalam menjual beraneka produk dan jasa unggulan daerah sekaligus mengangkat karakteristik atau kearifan lokal berbasis potensi alam, sosial budaya, religi, kelautan, pertanian, hingga peternakan.Jangankan asing, wisatawan dalam negeri saja potensinya masih sangat besar,” ujar Rasman.

Belajar dari pelaku, bertandang ke lokasi
Diskusi yang diikuti para bupati serta kepala dinas pariwisata itu kemudian berlanjut dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Studi Tiru Pengembangan dan Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Masyarakat dan Potensi Lokal di Carangsari pada 26-28 Mei 2022 yang diikuti 120 peserta. “Desa adalah lokomotif percepatan pemulihan ekonomi daerah yang terpuruk akibat pandemi. Apkasi, sebagai forum berbagi pengalaman antar pemerintah kabupaten merasa perlu mewadahi isu ini melalui program kunjungan,” kata Dewan Pengurus Apkasi yang juga Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik saat membuka kegiatan yang di antaranya diikuti Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid, Bupati Siak Alfedri, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih serta para kepala dinas, camat, serta kepala desa dari 16 Kabupaten. Kegiatan diisi kunjungan ke beberapa destinasi serta diskusi dengan pengelola.

“Kita tinggal tiru apa yang sudah baik dilakukan lalu diterapkan di daerah sesuai dengan kondisi lokal,” tutur Sekjen Apkasi yang juga Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

Bupati Dairi Eddy Berutu, salah stau peserta menyatakan akn mengundang pengelolaDesa Wisata Carangsari ke daerahnya. “Kalau di Bali bisa, maka saya yakin di Danau Toba harusnya juga bisa,” tukas Eddy.

Program studi tiru kemudian berlanjut ke Desa Wisata Tamansari pada Juni 2022 serta Desa Wisata Kaki Langit pada Agustus 2022. Kegiatan di Banyuwangi terbilang istimewa karena diikuti 37 peserta dari kepala dinas, kepala bidang dan wali nagari dari Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Membangun kabupaten dari desa
Ketua Bidang Kerjasama Antar Daerah Apkasi yang sekaligus Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan selama dua tahun didera covid-19, kini saatnya ekonomi dibangkitkan dari desa. “Karena desa sangat erat sentuhannya kepada masyarakat secara langsung. Desa wisata itu konteksnya adalah sesuatu yang bahagia, Banyuwangi pun tidak semuanya berbasis alam, sehingga kami mengusung edukasi dan industri namun tetap ada muatan lokal,” imbuhnya.

Banyuwangi, kata Ipuk, mengusung kampanye “Semua Tempat adalah Distinasi, dan Semua Kegiatan di Pemda sampai ke Desa-desa adalah Atraksi. “Sehingga berbagai festival di Banyuwangi, kami adakan untuk mengakomodir kegiatan baik di tingkat kabupaten sampai desa. Contohnya, Festival Sungaiku Bersih yang konsepnya adalah menjaga ekosisten sungai, kami melibatkan masyarakat. Pariwisata ini adalah payung besar yang menaungi semua kegiatan.”

Kabar baiknya, lanjut Ipuk, data McKinsey menyatakan, wisatawan domestik akan pulih 1-2 tahun lebih cepat dibandingkan wisawatan macanegara. “Terbukti, saat liburan akhir tahun dan lebaran kemarin, hotel-hotel kami penuh, sehingga kabupaten yang menyasar wisatawan domestik, saat inilah momentumnya. Konsep desa wisata juga tepat karena masih sehat dan segar, sangat cocok dengan preferensi paska pandemi yaitu nature, eco, wellness dan adventure.,” tukas Ipuk.

Investor, datanglah ke daerah!
Ketua Umum Apkasi yang juga Bupati Dharmasraya Sutan Riska dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) – Apkasi Expo di Jakarta Jumat (10/6) menyatakanApkasi siap berkolaborasi. Geliat di bidang wisata bisa memperluas potensi tambang, kelapa sawit serta komoditas lainnya. “Mari datang langsung dan melihat bagaimana peluang ekonomi kreatif dan ekonomi digital di daerah-daerah. Untuk daerah-daerah yang lemah secara sumber daya alam, mari kita ekeplorasi potensinya. Mari saling bahu membahu membantu daerah-daerah yang jauh dari ibukota,” kata Sutan Riska.

Ekonomi digital, lanjut Riska, tidak selalu harus berwujud perusahaan rintisan, namun juga alat pemberdaya berbagai sektor.“Para bupati siap memberikan karpet merah pada para pengusaha muda, seperti pipa air, Apkasi tersambung ke seluruh Indonesia, dan Hipmi adalah air yang memberikan manfaat. Expo ini akan memperlihatkan potensi daerah yang bisa dimanfaatkan investor dalam maupun luar negeri,” sambungnya.

Walau pandemi, investasi tetap moncer
Ampuhnya wisata sebagai sektor penggerak terbukti di Badung. Sepanjang 2021, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung mengeluarkan 4.500 izin, lebih dari 70% didominasi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kepala Dinas DPMPTSP Badung, I Made Agus Aryawan, mengatakan sektor pariwisata tetap mendominasi”Masyarakat juga banyak mengajukan legalitas rumah supaya bisa dipakai usaha UMKM, industri yang bisa dilakukan di rumah pribadi,” kata Agus.

Investasi yang masuk ke Badung terus melampaui target, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalan Negeri (PMDN), dalam dua tahun terakhir, misalnya pada 2020 ditargetkan Rp 9 triliun, tercapai di atas Rp 10 triliun. Sedangkan 2021 target Rp 10 triliun, lebih terealisasi Rp 14 triliun. “Artinya Kabupaten Badung memang menjadi tujuan investasi yang masih tetap primadona dan menarik, meskipun terjadi pandemic.” beber Agus.

Untuk mengukur investasi yang masuk, dilihat dari jumlah izin usaha yang terbit melalui sistem Online Single Submission (OSS). Pada 2021, baik izin berusaha, non berusaha maupun non perizinan sekitar 4.500.“Kami optimistis pada 2022 iklim investasi semakin bergairah, kami akan fokus pada peningkatan realisasi investasi PMA maupun PMDN melalui implementasi kebijakan kemudahan berusaha sebagaimana amanat UU Cipta Kerja. Investasi merupakan salah satu faktor pendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja” tegas Agus. (X-16)

Baca Juga

dok.ist

Relawan Mak Ganjar di Lampung Tengah Gemakan Doa untuk Indonesia Lebih Baik

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:53 WIB
RELAWAN Mak Ganjar bersama ribuan emak-emak menggelar doa bersama untuk Indonesia di Ponpes Al-Mansyuriah 1, Dono Arum, Seputih Agung,...
dok.ist

Ganjar : 23 SMA/SMK di Jateng Terapkan Kurikulum Antikorupsi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:42 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengajak pihak sekolah untuk kreatif mengajarkan pendidikan antikorupsi. Semua mata pelajaran...
DOK.MI

Polisi Tangkap Buronan Kasus Pembunuhan di Diskotek Palembang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:42 WIB
Tersangka Anton Sujarwo ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Sukarame, Selasa (29/11) di rumahnya, setelah delapan bulan melarikan diri...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya