Selasa 24 Mei 2022, 17:19 WIB

Pemilik Peternakan Di Cianjur Diminta Terbuka Soal Ternak Terjangkit PMK

Benny Bastiandy/Budi Kansil | Nusantara
Pemilik Peternakan Di Cianjur Diminta Terbuka Soal Ternak Terjangkit PMK

DOK MI
Ilustrasi

 

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengimbau pemilik peternakan tak menutupi informasi seandainya terdapat hewan ternak ruminansia bergejala penyakit mulut dan kuku (PMK). Imbauan itu menyusul sudah ditemukannya hewan ternak di Kabupaten Cianjur yang terindikasi terjangkit PMK.

"Saya sampaikan, bagi masyarakat yang memiliki hewan ternak terjangkit PMK, segera laporkan," tegas Bupati Cianjur, Herman Suherman, Selasa (24/5).

Cepatnya pelaporan, sebut Herman, berkaitan dengan penanganan yang nanti akan dilakukan sehingga tak menyebar di hewan ternak lainnya. Bila perlu, sebut Herman, harus dilakukan karantina. "Kalau ada yang terkena penyakit itu harus segera di-lockdown. Jangan sampai menyebar," ucapnya.

Instruksi tersebut dikeluarkan karena dalam waktu dekat umat muslim akan melaksanakan Idul Adha. Herman khawatir, seandainya tak dilakukan karantina sambil dilaksanakan penanganan kepada hewan terjangkit PMK, akan berdampak terhadap krisis pemenuhan kebutuhan menghadapi kurban.

"Kita sekarang akan menghadapi Iduladha. Masyarakat tentunya akan sangat membutuhkan hewan kurban. Jangan sampai penyakit ini terus mewabah, masyatakat kita enggak bisa kurban. Mumpung ada waktu 1,5 bulan ke depan, penyakit ini (PMK) harus bisa ditangani," ujarnya.

Herman mengaku Pemkab Cianjur sudah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral mengevaluasi kondisi di lapangan serta bentuk-bentuk pencegahan dan penanganan. Rakor melibatkan unsur Polri, TNI, serta perangkat daerah teknis di lingkungan Pemkab Cianjur. "Rakornya dipimpin Sekda. Kita evaluasi di lapangan serta melakukan upaya-upaya pencegahan," ungkap Herman.

Pemkab Cianjur dan elemen lainnya berencana akan segera mengaktifkan cek poin pemeriksaan hewan ternak dari luar daerah. Titiknya akan difokuskan di wilayah perbatasan.

"Nanti ada polisi, Satpol PP, Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, dan instansi lainnya tergabung dalam tim, di setiap perbatasan akan ada cek poin. Sehingga (distribusi hewan ternak) yang akan masuk ke Cianjur harus betul-betul steril (sehat)," jelasnya.

Herman tak memungkiri sudah menerima laporan adanya hewan ternak, terutama sapi, yang terindikasi terjangkit PMK. Lokasi temuannya berada di Kecamatan Cilaku dan Sukaresmi. "Bahkan kemarin ada yang bawa (hewan ternak) pakai mobil, di perbatasan ketahuan, kita suruh pulang lagi," pungkasnya. (OL-15)

 

Baca Juga

MI/Supardji R

109 Jemaah Haji dari Kota Tegal Diberangkatkan

👤Supardji Rasban 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 14:46 WIB
Jemaah calon haji Kota Tegal yang masuk ke Kloter 43 Embarkasi Adi Sumarmo Solo (SOC) direncanakan akan tiba di Asrama Haji Donohudan...
ANTARA/M. Riezko Bima Elko P.

Gedung Sekolah di Palembang Roboh, Polisi Periksa 3 Saksi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 14:15 WIB
Kepala Polrestabes Palembang Kombes Pol. Mokhamad Ngajib memastikan penyidik terus mendalami peristiwa robohnya bangunan tersebut yang...
ANTARA

Khofifah Berharap Kuota Haji untuk Indonesia Terus Meningkat

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 13:37 WIB
Tahun ini, kuota haji Indonesia mencapai 100.051 orang, kemudian beberapa hari lalu mendapat kuota tambahan sebanyak 10.000 orang dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya