Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Para korban nekat masuk ke kampung mereka yang masuk radius zona merah atau berbahaya, karena dorongan ekonomi.
JUMLAH korban tewas akibat awan panas abu vulkanis Gunung Sinabung, Sabtu (21/5) lalu, bertambah menjadi sembilan orang. Cahaya Boru Tarigan, 43, meninggal dunia setelah dirawat sembilan hari di RSU Haji Adam Malik, Medan, Sumatra Utara.
"Cahaya Boru Tarigan telah meninggal dunia Senin 30 Mei 2016 sekitar pukul 18.14 WIB," kata Humas RSU Haji Adam Malik Medan, Sairi Saragih, kemarin.
Korban mengalami gangguan pada pernapasan setelah kedua kakinya diamputasi. "Luka bakar yang cukup parah di tubuh korban itu mengakibatkan infeksi di bagian tubuhnya," jelasnya.
Yunis, salah seorang anggota keluarga korban, mengatakan kepergian Cahaya menambah pilu hati keluarga. Sebelumnya, keluarga telah kehilangan Karman Milala, 48, suami Cahaya, yang juga terkena awan panas abu vulkanis Sinabung.
Keluarga akan menguburkan korban di kampung halaman mereka di Desa Sukandebi, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. "Kami akan kuburkan dia di kampung bersebelahan dengan kuburan suaminya," kata Yunis.
Cahaya merupakan korban kesembilan erupsi Sinabung yang meninggal dunia. Seluruh korban merupakan penduduk Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat. Mereka nekat kembali ke perkampungan mereka yang masuk radius zona merah atau berbahaya, karena dorongan ekonomi.
Salah prediksi
Sementara itu, bencana banjir dan longsor kembali menerjang sejumlah daerah. Banjir menggenangi sejumlah kawasan di Kota Surabaya, Jawa Timur, yakni Tambaksari, Darmo Indah, Kupang Indah, Baratajaya, Demak, Tanjungsari, dan Kalianak.
Ketinggian air di sekitar Tambaksari bahkan hingga 1 meter, sehingga kawasan tersebut ditutup untuk semua kendaraan. Di Jalan Ngagel, air sampai masuk ke rumah warga.
"Selain curah hujan yang cukup tinggi, banjir juga disebabkan imbas dari salah prediksi Pemerintah Kota Surabaya," kata Kepala Bidang Pengendalian Banjir Dinas Pekerjaan Umum Kota Surabaya Samsul Hariadi.
Saat banjir terjadi, 12 pompa air sedang dinaikkan untuk perawatan karena pemkot mengira Surabaya sudah masuk musim kemarau. Namun, sambung Samsul, kenyataannya masih ada hujan, bahkan sangat deras.
Kota Sampang di Jatim juga lumpuh setelah air Kali Kemuning meluap dan menggenangi sejumlah titik di kawasan itu, kemarin.
Hujan deras, Senin (30/5) malam, yang mengguyur Klaten, Jateng, juga telah menyebabkan sungai Dengkeng meluap. Luapan sungai yang berhulu di Gunung Merapi itu menyebabkan permukiman warga dan sekolah terendam banjir. Meski banjir telah surut, Plt Kepala BPBD Klaten, Bambang Sujarwo mengatakan banjir menyebabkan tanggul di Modran, Desa Talang, Bayat, jebol sepanjang 4 meter.
Di Kuningan, Jawa Barat, hujan deras juga menyebabkan longsor di Dusun Cingambul, Desa Cimenga, Kecamatan Darma, tapi tidak ada korban jiwa. Namun, nasib buruk menimpa Paimin, 60. Penambang pasir di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jateng, itu tewas tertimbun tebing longsor di lokasi pertambangan, Selasa (31/5).
Pada bagian lain, Sekda Kota Sukabumi Hanafie Zain mengatakan Sukabumi masih berada di bawah ancaman kejadian bencana. Anggaran cadangan bencana yang disediakan tiap tahun mencapai Rp2 miliar. Sementara Pemkab Lamongan, Jatim, menganggarkan dana Rp40 miliar untuk penanganan banjir tahunan. (MG/FL/JS/UL/BB/YK/N-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved