Kamis 24 Maret 2022, 14:15 WIB

Agroekolog Sarankan Petani Gunakan Pupuk Organik, Ini Alasannya

Dwi Apriani | Nusantara
Agroekolog Sarankan Petani Gunakan Pupuk Organik, Ini Alasannya

MI/Supardji Rasban
Petani sedang menabur pupuk di lahan sawahnya

 

BANYAK kalangan petani di Indonesia masih mengeluhkan mahalnya harga pupuk non subsidi, sementara untuk pupuk subsidi alokasi dari pemerintah terbatas untuk penuhi kebutuhan petani.

Menanggapi hal itu, Syamsul Asinar Radjam, Pembina Institut Agroekologi Indonesia (INAgri) mengatakan, seluruh stakeholder harus bekerja sungguh-sungguh dan ikhlas untuk membuat petani menjadi mampu agar dapat memutus ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Menurutnya, sudah sejak lama pemerintah mencanangkan program seperti Go Organik 2010. Namun, program tersebut kurang berlangsung dengan baik, karena orientasinya tidak seperti yang diharapkan, yakni memutus ketergantungan petani terhadap asupan pupuk kimia tersebut.

"Gantinya, pemerintah membangun infrastruktur dan segala macamnya untuk mendorong pabrik pupuk nasional, memproduksi pupuk organik selain pupuk kimiawi yang jadi produksi unggulan mereka," ungkapnya di Palembang, Kamis (24/3).

Untuk memberikan alternatif bagi ketergantungan pupuk kimia, Syamsul mengatakan, perlu kesungguhan para pihak yang menemani petani.

"Penyuluh sungguh-sungguh menyuluh, pendamping sungguh-sungguh mendampingi, kesungguh-sungguhan dalam menyusun program pertanian bukan sekedar penyerapan anggaran, dan perlu memberikan garansi serta insentif bagi petani yang berikhtiar memutus ketergantungan pada pupuk kimia," jelasnya.

Soal alternatif untuk menggunakan pupuk organik, menurutnya, pupuk alami atau pupuk organik bukan alternatif. Namun, menjadi sebuah keharusan.

Sebab, sebagian besar tanah pertanian hari ini sudah kehilangan kesuburan alaminya akibat penggunaan pupuk kimia terus menerus dalam jangka waktu lama.

"Solusinya adalah kembali mengembalikan sebanyak mungkin bahan organik ke tanah-tanah pertanian, baik dalam bentuk kompos, pupuk hijau, bahan pembenah tanah, mulsa alami dan lain sebagainya," kata dia. (OL-13)

Baca Juga: Jelang Operasi Ketupat, Korlantas Pastikan Siap Kawal Mudik Lebaran 2022

 

Baca Juga

MI/HO

IOH Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Manado

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 01 Februari 2023, 07:45 WIB
Kegiatan itu merupakan wujud kepedulian IOH yang termasuk dalam program CSR di pilar Filantropi yang berupa pendistribusian bantuan peduli...
MI/HO

Srikandi Ganjar Kalbar Helat Seminar Public Speaking

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 06:54 WIB
KOMUNITAS Srikandi Ganjar Kalimantan Barat mengajak para perempuan milenial dan mahasiswi Kota Pontianak untuk mengasah keterampilan...
dok.ist

GMC Kaltim Gelar Lomba Tari Malam Rindu Budaya di IKN Nusantara

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 06:28 WIB
SUKARELAWAN GMC Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar kegiatan lomba tari dengan tema Malam Rindu Budaya di IKN Nusantara, Penajam Paser...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya