Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSPOR produk pertanian Provinsi Jawa Tengah pada 2021 mencapai Rp11,151 triliun. Nilai ekspor ini naik dibandingkan sebelum masa pandemi covid-19 pada 2019 sebesar Rp8,48 triliun bahkan di atas 2020 senilai Rp9,13 triliun
Pemantauan Media Indonesia, Minggu (2/1), menjelang tutup tahun lalu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas keberangkatan berbagai produk pertanian seperti wasabi, cabai hijau mukimame, kopi, alhasil, bare core, gula merah, sarang burung walet, tepung terigu, dan tepung porang yang akan diekspor ke luar negeri. Berbagai produk pertanian diangkut menggunakan kapal dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Tujuan ekspornya ke berbagai negara dengan berat mencapai 637,6 ton atau senilai Rp51 miliar. "Itu merupakan ekspor produk pertanian di akhir tahun menambahkan nilai ekspor selama setahun senilai Rp11,10 triliun," kata Ganjar Pranowo.
Hingga penutup 2021, demikian Ganjar, total nilai ekspor produk pertanian dari Jawa Tengah menjadi Rp11,151 triliun dengan jumlah mencapai 6.710,9 ton. Nilai ini naik dibandingkan sebelum pandemi covid-19 pada 2019 sebesar Rp8,48 triliun dan 2020 sebesar Rp9,13 triliun
Ganjar mengatakan cukup bergembira dengan besarnya nilai ekspor produk pertanian di Jawa Tengah, karena di masa pandemi covid-19 terdapat peningkatan dibandingkan sebelumnya. Meskipun demikian, diakuinya masih ada kendala yang banyak dikeluarkan para eksportir yakni masalah kontainer dan kapal.
Baca juga: Pengusaha Daerah Pertanyakan Izin Usaha Galian C
"Ada juga pengusaha yang mengeluhkan tentang tenaga kerja. Oleh karenanya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan membantu dan mendampingi hal itu," ujarnya. Ia menambahkan ada kekurangan tenaga kerja untuk produk sarang walet hingga 1.000 orang. (OL-14)
MENTERI Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pertanian adalah salah satu sektor yang berkontribusi penting terhadap ekonomi Indonesia.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor sektor pertanian Indonesia terus menunjukkan tren positif.
BPSĀ mencatat sektor perdagangan pertanian kedua negara mengalami pertumbuhan positif pada tahun ini, dengan pertumbuhan volume ekspor 8% hingga 11% dibandingkan tahun 2022.
Selain mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas, petani milenialĀ juga mengikuti uji kompetensi dari BNSP dengan skema perdagangan ekspor
PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) resmi melantai di pasar modal Indonesia dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 500.000.000 saham baru.
Luar biasa total produksi kelor ini, per bulannya bisa mencapai sekitar 25 - 100 ton dengan diversifikasi produk yang cukup beragam mulai dari bubuk teh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved