Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Sumsel Terus Gencarkan Vaksinasi Covid-19

Dwi Apriani
25/12/2021 19:09
Sumsel Terus Gencarkan Vaksinasi Covid-19
Ilustrasi(DOK MI)

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus menggebncarkan vaksinasi Covid-19. Per 24 Desember 2021, capaian vaksinasi covid-19 dosis pertama 70,12 persen sedangkan dosis kedua 40,87 persen.

"Alhamdulillah capaian vaksinasi dosis pertama di Sumsel sudah mencapai 70,12 persen. Kami optimis bisa mencapai 100 persen nantinya," kata Lesty Nurainy, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Sabtu (25/12).

Ia menjelaskan, pihaknya akan terus menggenjot capaian vaksinasi Covid-19 dengan berbagai cara di 17 kabupaten kota. Baik melalui vaksinasi massal, hingga door to door.

"Kita genjot lagi agar cepat penyaluran vaksin ini. Sekarang lebih baik penyaluran ke daerah lancar dan banyak. Dalam sebulan, dosis vaksin yang masuk sampai 700 ribu dosis. Kalau dulu 300 ribu, terakhir datang 1,5 juta," jelasnya.

Lesty menambahkan, sejauh ini daerah-daerah di Sumsel yang telah melaksanakan vaksin dosis pertama di atas 70 persen adalah OKU dengan capaian 70,38 persen, Musi Banyuasin (Muba) 75,88 persen, PALI 72,35 persen, dan Palembang 81,07 persen.

Selanjutnya Prabumulih 85,22 persen, Pagar Alam 71,88 persen, dan Lubuk Linggau 72,40 persen. Dosis vaksin untuk di Sumsel sejauh ini menggunakan empat merk yakni Sinovac, Astrazeneca, Moderna, dan Pfizer.

"Masih ada daerah yang belum menyentuh 70 persen. Kita minta kejar. Bahkan daerah yang sudah mencapai 70 persen pun kita suruh terus digenjot sebanyak-banyaknya sampai 100 persen," jelas dia.

Percepatan vaksin ini, kata Lesty, diharapkan bisa menghindari Sumsel menjadi wilayah penyebaran varian terbaru Omikron. Menurutnya, Omikron ini tak berbeda dengan varian sebelumnya namun bermutasi.

"Prokes dikuatkan sehingga virus tidak bisa masuk. Sejauh ini dari sampel acak yang kita kirim ke Balitbangkes, belum ada yang terdeteksi Omikron," beber dia.

Terkait libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihaknya juga mengimbau masyarakat selalu mengikuti anjuran pemerintah. Hal yang perlu diwaspadai sejauh ini adalah kerumunan. Jika tidak begitu penting untuk beraktivitas di luar rumah, masyarakat diimbau tetap di rumah.

"Kuncinya di masker dan jaga jarak, harus dilakukan individu. Penyelenggara kegiatan harus melaksanakan sesuai prokes dan harus memastikan peserta sehat lewat PeduliLindungi, artinya sudah divaksin," pungkasnya. (OL-15)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya