Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

MIT Tidak Sesuai Dengan Ajaran Islam

M Taufan SP
10/5/2016 16:15
MIT Tidak Sesuai Dengan Ajaran Islam
(Ilustrasi)

TIGA mantan anggota kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) mengaku, menyesal pernah bergabung bersama Santoso alias Abu Wardah dan sejumlah pengikutnya. Mereka menyesal ketika mengetahui bahwa apa yang dilakukan Santoso Cs tidak sesuai dengan ajaran Islam seperti yang mereka ketahui.

"kami bergabung bersama Santoso Cs murni untuk berjihad. Tapi kami menyesal karena tidak seperti itu kenyataanya," kata Aziz alias Saad alias Brother, di Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (10/5).

Aziz merupakan salah satu pimpinan MIT. Ia ditangkap di Desa Wuasa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso beberapa waktu lalu. Saat ini, Aziz menjalani penahanan di Polda Sulteng.

Aziz mengaku siap mempertanggung jawabkan perbuatannya selama berada
bersama Santoso. Meskipun harus menjalani hukuman. Dia pun setelah menjalani hukuman akan kembali hidup normal bersama keluarga besarnya.

"Selama kami bergabung bersama Santoso dan diburu di hutan dan pegunungan Poso, banyak kami temukan hal yang tidak sesuai dengan perjuangan Islam," imbuhnya.

Aziz dan dua rekan lainnya, Irfan Maulana alias Akil alias Papa Kembar, dan Mohamad Sonhaji alias Sulaiman alias Faqih, yang ditangkap terpisah di Desa Padalembara, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso belum lama ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di kantor Polda Sulteng.

Sebelumnya, ketiganya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Sulteng. Ketiganya dimasukkan berdasarkan serangkaian aksi MIT yang melibatkan ke tiganya di beberapa wilayah Poso.

Aziz, Irfan, dan Sonhaji merupakan warga asal Riau. Mereka bergabung bersama Santoso pada pertengahan 2015 silam setelah menerima ajakan kelompok MIT di sosial media.

Dari fisik ketiganya memang terlihat begitu sehat. Tidak ada tanda-tanda kalau ke tiganya diperlakukan dengan kasar selama pemeriksaan
berlangsung. Bahkan tubuh Aziz terlihat gemuk beda dari tahun sebelum ia bergabung bersama MIT. "Selama diperiksa dan ditahan kami semua diperlakukan dengan baik. Semua hak-hak kami diberikan," tambah Irfan.

Kapolda Sulteng, Brigjen Rudi Sufahriadi sebelumnya mengatakan, pengikut atau anggota MIT sebaiknya menyerahkan diri agar bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

"Kalau menyerahkan diri lebih baik. Kami memperlakukan semuanya dengan baik. Tidak ada perlakukan kasar sedikit pun," kata Rudi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Operasi Tinombala 2016 untuk mengejar dan menangkap hidup atau pun mati kelompok MIT yang masih tersisa terus dilakukan di Poso. Saat ini pusat pengejaran di Kecamatan Poso Pesisir Selatan.

"Di sana (Poso Pesisir Selatan) tinggal menunggu untuk dilakukan penyisiran besar-besaran. Seluruh personel baik dari TNI dan Polri telah siap. Tinggal menunggu intruksi Kapolda saja," tandas Kabid Humas Polda Sulteng, AKB Hari Suprapto. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya