Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak goreng di beberapa pasar tradisional di Kota Tasikmalaya, Ciamis, Garut, dan Kabupaten Tasikmalaya terus naik. Kenaikan tersebut telah banyaknya dikeluhkan para konsumen hingga mereka memilih kemasan lainnya dibanding minyak curah.
Salah seorang pedagang di Pasar Cikurubuk, Widaningsih, 30, mengatakan kenaikan harga minyak goreng curah, saat ini, sudah merata di setiap daerah dan harganya Rp18.500 per kg dan untuk minyak kemasan paling rendah dijual Rp16 ribu untuk kemasan 900 miligram.
"Dari distributor, minyak curah dijualnya itu juga sudah mahal seharga Rp17.500 per kg dan kenaikan tersebut disebabkan karena sawitnya sedang susah dan banyak konsumen mengeluhkan kenaikan minyak curah. Kenaikan harga minyak goreng curah sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Kenaikannya tidak langsung tapi bertahap," katanya, Selasa (2/11).
Baca juga: Jadi Pemimpin Inovatif, Bupati Tapanuli Utara Raih Ganjaran
Ia mengatakan, dalam kondisi normal, harga minyak goreng curah adalah Rp11 ribu per kg. Saat ini, kenaikannya sudah lebih dari 30% dan ini merupakan yang tertinggi selama dia berjualan.
Jadi, meski stok minyak goreng curah tetap tersedia, harganya yang tinggi membuat konsumen lebih sedikit yang membeli.
Kenaikan tersebut, telah menyebabkan omzet menurun 50% dari bisanya menjual sampai 400 kg sehari tapi sekarang hanya bisa 200 kg.
"Kenaikan harga minyak goreng curah menyebabkan masyarakat banyak yang beralih ke minyak goreng kemasan. Tetapi, selama ini, yang masih membeli minyak goreng curah biasanya para pedagang warung nasi, pedagang cakue dan cimol serta lainnya. Untuk konsumen rumahan pindah ke kemasan. Kami berharap pemerintah supaya secepatnya bisa menstabilkan kembali," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Enung Nurteti mengatakan harga minyak goreng curah berada di pasaran sekarang dijual antara Rp17 ribu- Rp 18 ribu per kg.
Dia mengaku masih akan memantau harga di pasar modern dan pasar tradisional, karena memang sekarang minyak curah yang digunakan paling banyak oleh para pedagang warungan dan pedagang gorengan.
"Kami akan melakukan monitoring dan setelah itu akan dijadikan bahan untuk membuat kebijakan. Kenaikan harga minyak goreng curah ini bukan hanya terjadi di Kota Tasikmalaya, tapi di berbagai daerah secara nasional termasuk untuk minyak kemasan dan di masyarakat memang masih banyak yang mengonsumsi minyak goreng curah karena harganya juga lebih murah dibanding minyak kemasan," pungkasnya. (OL-1)
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Untuk pembelian MinyaKita, satu konsumen dibatasi maksimal 12 liter atau satu karton.
Holding Perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka kasus korupsi ekspor CPO 2020–2024. Negara diperkirakan rugi Rp14,3 triliun akibat manipulasi klasifikasi produk untuk hindari aturan DMO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved