Senin 25 Oktober 2021, 17:51 WIB

Ganjar Minta Warga Semarang dan Salatiga tidak Takut Gempa tapi tetap Waspada

mediaindonesia.com | Nusantara
Ganjar Minta Warga Semarang dan Salatiga tidak Takut Gempa tapi tetap Waspada

MI/RAMDANI
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

 

GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat di Salatiga dan Kabupaten Semarang tidak perlu takut dengan gempa yang terjadi di sana. Meski begitu, mereka tetap diminta selalu siaga dengan perkembangan yang terjadi.

Hal itu disampaikan Ganjar saat ditemui di kantornya, Senin (25/10). Ia mengatakan sudah koordinasi dengan bupati/wali kota setempat terkait hal itu.

"Saya minta semua siaga. Yang di Kabupaten Semarang sudah menyiapkan, mereka membuat tenda-tenda. Sementara saya minta semuanya stand by kalau nanti pergerakannya belum selesai. Masyarakat tidak usah takut," ucapnya.

Pihaknya, lanjut Ganjar, terus memantau perkembangan pergerakan tanah yang terjadi. Dinas ESDM Jateng dan instansi lain memantau terus menerus untuk memberikan informasi harian.

Disinggung terkait dampak dari gempa yang terjadi, Ganjar belum mendapatkan laporan. "Belum dihitung apakah ada kerugian yang terjadi akibat gempa itu," ucapnya.

Soal pengungsi, Ganjar mengatakan sempat ada pengungsi di Kabupaten Semarang. Mereka ditaruh di tenda-tenda yang sudah disiapkan. "Tapi saya belum tahu apakah mereka nginep atau tidak. Rencananya mau saya tengok mereka," pungkasnya.

Ganjar minta bupati/wali kota siapkan tempat pengungsian standar prokes
Dalam kesempatan itu, Ganjar juga mengingatkan pada seluruh bupati/wali kota terkait mitigasi bencana. Menurutnya, musim penghujan telah tiba, dan seluruh bupati/wali kota diminta siaga terkait potensi bencana yang terjadi. 

"Saya minta perhatian semuanya, karena curah hujan makin hari makin tinggi. Potensi longsor dan bencana lain di tempat-tempat tertentu juga ada. Maka saya sampaikan ke kawan-kawan bupati/wali kota siaga," ucapnya.

Setiap daerah, khususnya yang rawan bencana, lanjut Ganjar, harus segera melakukan apel siaga bencana. Selain memastikan semuanya aman, mereka juga diminta menyiapkan tempat-tempat pengungsian yang yang berpatokan pada protokol kesehatan.

"Pengalaman ini pernah kita lakukan tahun lalu, sehingga sekarang tinggal mencontoh saja. Jangan sampai abai, kalau terjadi sesuatu dan masyarakat mengungsi, tidak boleh prokesnya abai," tegasnya.

Semua bupati/wali kota, lanjut Ganjar, sudah diingatkan terkait hal itu. Mereka juga sudah mempersiapkan antisipasi-antisipasi bencana yang ada.

"Kami tiap hari share informasi BMKG, agar mereka peduli soal ini," tutupnya. (OL-10)

Baca Juga

Antara

Vaksinasi di Purbalingga Capai 62,97 persen

👤Ant 🕔Minggu 28 November 2021, 23:02 WIB
Adapun total vaksinasi bagi lansia 49.070 orang atau telah mencapai 49,62% dari...
MI/Apul Iskandar

Vaksinasi di Simalungun Terus Digencarkan Sebelum Nataru

👤Apul Iskandar 🕔Minggu 28 November 2021, 22:55 WIB
Pelaksanaan vaksinasi tersebut menargetkan capaian 1.000 dosis dengan sasaran lanjut usia, anak sekolah, dan pelajar serta masyarakat...
AFP

Kemenag dan Kemenhaj Arab Saudi Bahas Teknis Umrah

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 28 November 2021, 22:30 WIB
OTORITAS Arab Saudi telah mencabut larangan penerbangan dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya