Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH investor pasar modal dari kalangan milenial di Sumatra Utara
mengalami peningkatan signifikan beberapa waktu terakhir.
Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut mencatat jumlah investor pasar modal dari kalangan milenial di wilayah kerjanya sudah mencapai 52.580 pemegang SId (Single Investor Identification).
"Itu artinya peningkatan jumlah investor milenial, atau yang berusia 18-25 tahun di Sumut semakin tinggi," ungkap Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumut M Pintor Nasution, Jumat (24/9).
Dengan angka itu, lanjut dia, jumlah investor pasar modal dari kalangan
milenial mencapai 21% dari total investor di Sumut.
Bahkan, investor milenial yang kebanyakan terdiri dari pelajar dan
mahasiswa itu menjadi nomor dua terbesar setelah kalangan pegawai swasta yang sebanyak 39%.
Semakin gandrungnya kalangan milenial terhadap investasi pasar modal
membuat BEI Sumut semakin meningkatkan upayanya menjaring investor dari
kalangan ini.
Lebih lanjut diungkapkan, setelah mengalami penurunan sejak pandemi, kini nilai transaksi BEI mulai mengalami penaikan.
Setelah menurun sejak Februari menjadi sebesar Rp24,949 triliun dari posisi Januari yang mencapai Rp40,909 triliun, nilai transaksi kembali turun menjadi Rp9,408 triliun pada Mei.
Namun nilai transaksi naik lagi mulai Juni. Dari Rp9,408 triliun pada
posisi Mei, pada Juni sudah naik menjadi Rp14,987 triliun, Juli sebesar
Rp15,051 triliun dan pada Agustus menjadi Rp17, 482 triliun.
Selain itu, jumlah investor pasar modal di Sumut bertambah dan saat ini
sudah mencapai 138.455, hingga Agustus.
"Dari 97.635 pemegang SId di Sumut pada Januari, sekarang sudah menjadi
138.455 pada Agustus 2021," ujarnya.
Pintor menilai peningkatan jumlah investor ini mengindikasikan makin
dikenal dan dipercayainya pasar modal sebagai salah satu tempat investasi dan sumber pembiayaan. (N-2)
IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada Selasa (17/3). Simak analisis pemicu reli bursa saham jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 di sini.
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Kombinasi revisi outlook Fitch Ratings ke negatif dan konflik Timur Tengah picu capital outflow masif.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved