Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
AKIBAT tingginya intensitas hujan saat ini, membuat hampir seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel) berpotensi banjir dan tanah longsor. Bahkan saat ini saja, banjir sudah terjadi di beberapa wilayah.
Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mulai menyiapkan langkah awal agar dapat menanggulangi bencana tersebut. Diantaranya mengalihkan posko karhutla menjadi posko penanganan banjir dan longsor.
"Kalaupun nanti intensitas hujan sudah mulai tinggi, kita akan menutup posko karhutla dan mengalihkan personel ke penanganan bencana yang diakibatkan oleh hujan," kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Ansori, Senin (20/9).
BPBD saat ini mulai mengerahkan tim untuk mengawasi daerah rawan bencana banjir di beberapa wilayah Sumsel. Terutama di daerah dataran tinggi yang berpotensi banjir bandang.
"Memasuki masa transisi, kita mulai mempersiapkan diri untuk bencana lainnya selain karhutla. Oktober akan menjadi puncak musim penghujan, dan sejumlah wilayah yang berada di dataran tinggi ini kita waspadai akan terjadi banjir bandang yang berakibat pada kerusakan skala besar tentunya," ucapnya.
Meski hujan dengan intensitas tinggi sudah menyerang sebagian wilayah Sumsel sejak awal bulan. Namun, titik panas masih terdeteksi di sejumlah wilayah.
Sepanjang September, jumlah hotspot di Sumsel terdeteksi mencapai 203 titik. Sehingga, status Siaga Karhutla masih tetap berlaku.
"Seperti yang telah disampaikan BMKG, bahwa masa transisi menjadi ancaman baru untuk karhutla, karena cuaca ekstrem melalui angin kencangnya itu tidak menutup kemungkinan akan menyebarkan api lebih luas," pungkasnya. (OL-15)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Ini kata BMKG. soal anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa gempa Banyuasin tidak lazim karena terjadi di wilayah yang belum pernah terjadi gempa.
Sebayak tujuh program prioritas yang akan dijalankan dalam upaya percepatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di Sumatra Selatan (Sumsel).
GUBERNUR Sumsel mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersingkat birokrasi dan menghapus birokrasi yang bertele-tele.
GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta Presiden Prabowo Subianto membantu penyelesaian pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved