Rabu 28 Juli 2021, 23:55 WIB

Pemprov Sumsel Minta Bantuan Helikopter Atasi Karhutla

Dwi Apriani | Nusantara
Pemprov Sumsel Minta Bantuan Helikopter Atasi Karhutla

DOK MI
Ilustrasi

 

KEBAKARAN lahan dan hutan (kathutla) di Sumatera Selatan mulai terjadi. Wilayah yang rawan terjadinya karhutla di Sumsel antara lain Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Musi Rawas, Empat Lawang, Penukal Abab Lematang Ilir, Muara Enim dan Musi Rawas Utara.

Sebagai upaya memadamkan karhutla itu, satgas pencegahan dan penanggulangan karhutla di Sumsel hanya berbekal lima unit helikopter waterboombing. Sementara kebutuhan helikopter masih sangat kurang. Dari kasus karhutla di Sumsel setidaknya membutuhkan 12 helikopter waterboombing, sebab karhutla di Sumsel sangat mudah meluas karena lahan gambut yang tersebar mendominan di provinsi tersebut.

Untuk itu, Pemprov Sumsel meminta agar pemerintah pusat yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menambah alokasi helikopter
waterbombing. "Sekarang kita hanya memiliki lima unit helikopter waterbombing, padahal sebenarnya kebutuhan kita 12 unit. Tahun-tahun sebelumnya juga kita memiliki bantuan hingga belasan unit helikopter, harapan kita pusat bisa menambah alokasi bantuan helikopter lagi," ucap Ansori, Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Rabu (28/7).

Ia menjelaskan kekuatan helikopter waterbombing dinilai efektif dalam pemadaman karhutla. Sebab satu helikopter mampu mengangkut sebanyak 5.000 liter air dan mengebom diatas area yang terbakar.

"Kalau pemadaman lewat darat memang banyak kendalanya, salah satunya akses yang sulit dicapai. Apalagi butuh waktu lama untuk sampai di lokasi lahan terbakar. Karenanya, bantuan helikopter sangat diperlukan," ucapnya.

Apalagi, kata Ansori, saat ini sudah masuk musim kemarau. Sehingga sangat mudah dan rentan terjadinya karhutla di area lahan gambut. "Sulitnya lahan gambut ini, sulit dipadamkan, dan kebakaran bisa cepat meluas," ucapnya.

Ditambahkan Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim, Kebakaran Hutan, dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto mengatakan lahan gambut di wilayah tersebut rata-rata cukup dalam sehingga tidak cukup hanya mengandalkan penyiraman air dari udara namun mesti dilakukan penyiraman darat menggunakan selang.

Meskipun demikian, keberadaan helikopter pengeboman air akan membantu petugas, bukan hanya untuk memadamkan api namun juga untuk memantau titik-titik api. Saat ini, pihaknya masih bersiaga di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk mengantisipasi beberapa titik panas yang dikhawatirkan kembali menimbulkan kebakaran dan meluas seketika. 

"Sekarang lebih waspada karena potensi hujan makin kecil dan kemarin lokasi api berpotensi masuk Suaka Margasatwa Padang Sugihan OKI," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

DOK MI

Diduga Depresi, Seorang Wanita Di Deli Serdang Bantai Keponakan Dan Gantung Diri

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 21:40 WIB
WARGA di Jalan Rajawali, Gg Gereja, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara digemparkan dengan penemuan dua mayat di...
AFP

BMKG Bantah Gelombang Panas Landa Sulut

👤Widhoroso 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 19:56 WIB
KOORDINATOR Bidang Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Molle...
MI/Wibowo

Ombudsman Banten Apresiasi Kapolda Banten Beri Hukuman Berat ke Brigadir NP

👤Wibowo S 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 19:32 WIB
KEPALA Ombudsman Banten Dedy Irsan mengapresiasi kerja cepat Kapolda Banten Irjen Dr. Rudy Heriyanto dalam melaksanakan perintah Kapolri...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya