Senin 26 Juli 2021, 21:59 WIB

Meniti Ekstremnya Jalur ke Puncak Titi

Denny Susanto | Nusantara
Meniti Ekstremnya Jalur ke Puncak Titi

MI/Denny Susanto
Gunung Titi di wilayah Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan didaki para crosser menggunakan sepeda motor trail.

 

PERJALANAN Tim Ekspedisi Meratus 2021 sampai di Puncak Titi di Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Puncak Titi atau sering disebut Gunung Titi juga dikenal sebagai lokasi deklarasi gerakan penyelamatan Pegunungan Meratus (Save Meratus) di Kalimantan Selatan.

Dari Puncak Titi ini orang akan melihat landscape kawasan Pegunungan Meratus, deretan perbukitan karst, hijaunya belantara, lembah dan sungai di bagian depan serta pemandangan kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah di bagian belakang. Deretan puncak-puncak Pegunungan Meratus meliputi puncak tertinggi Gunung Halau-halau, Gunung Priuk, Gunung Pindihan dan Gunung Aing Bantai.

baca juga: Pegunungan Meratus

Kemudian ada deretan perbukitan karst Nateh dan Mangkun. Pendakian ke Puncak Titi dipimpin Sahrani, pemandu lokal yang sering dipanggil Abang Meratus. Desa terakhir menuju Gunung Titi berjarak sekitar 1 jam dari Kota Barabai, ibukota Kabupaten. Umumnya pendakian gunung kecil ini memerlukan waktu kurang lebih dua jam berjalan kaki sampai ke puncak.

"Biasanya pendakian dilakukan sore hari kemudian bermalam sehingga pendaki dapat menikmati suasana sunset maupun sunrise," tutur
Sahran, Minggu (25/7).

Namun tak jarang Gunung Titi didaki para crosser menggunakan sepeda motor trail. Jalur pendakian berupa tanah merah dipenuhi bebatuan dan akar-akar pohon dengan kiri-kanan jurang sangat menantang dan memacu adrenalin. Tim Ekspedisi Meratus memutuskan pendakian Puncak Titi menggunakan sepeda motor dua tak yang dimodifikasi menyerupai trail.

"Sungguh pengalaman yang luar biasa meniti ekstremnya jalur pendakian ke Puncak Titi ini," ungkap salah seorang anggota Tim Ekspedisi Meratus.

Puncak Titi yang juga termasuk salah satu obyek wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini dapat dicapai melalui dua jalur pendakian yaitu  Desa Hawang dan jalur Desa Pihandam. Tim mencoba kedua jalur pendakian dengan start dari Desa Hawang yang tanjakannya sedikit lebih landai dan turun menuju Desa Pihandam.

Sampah Kotori Puncak Titi

Pendakian menggunakan sepeda motor dapat menghemat waktu karena hanya sekitar 30 menit, tergantung dari kemahiran crosser. Puncak Titi memiliki beberapa spot tanah datar di bagian puncak yang kerap dijadikan lokasi kamping pendaki. Saat liburan dan weekend Puncak Titi dipadati para penikmat senja.

Sayang obyek wisata Puncak Titi dipenuhi sampah sisa makanan dan minuman para pendaki yang kurang peduli lingkungan. Bahkan tim ekspedisi menemukan beberapa spot bekas pendirian tenda di kawasan semak belukar tersembunyi yang memunculkan berbagai spekulasi.

"Sampah ini menjadi permasalahan di banyak gunung dan obyek wisata di Kalsel. Seharusnya para pendaki memiliki kesadaran untuk membawa turun sampah mereka. Demikian juga para pengelola obyek wisata juga hendaknya lebih memperhatikan masalah ini," ujar Deni, anggota Tim Ekspedisi Meratus dari Pena Hijau Indonesia.

Terlepas dari itu semua Puncak Titi menyajikan panorama alam yang begitu indah. Save Meratus bukan sekadar gerakan menolak ekspansi
tambang tetapi juga lebih luas dari itu bagaimana masyarakat dapat menjaga kelestarian lingkungan di wilayah yang disebut paru-paru dunia ini. (N-1)

 

Baca Juga

MUI/Depi Gunawan

Awas, Jalur Wisata Lembang Rawan Longsor

👤Depi Gunawan 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:37 WIB
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Jawa Barat mengeluarkan peringatan bahaya cuaca ekstrem di kawasan Lembang,...
MI/Dwi Apriani

Pemkot Palembang Optimistis Capai 100 Persen Vaksinasi Pada Akhir Tahun

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:31 WIB
WAKIL Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda, Rabu (27/10) meninjau vaksinasi yang digagas Pramuka Palembang berkerja sama dengan Pemkot...
MI/Dwi Apriani

Pemkab Muba Minta Tambahan Kuota Gas Elpiji 3 Kg

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:06 WIB
Pemkab Muba telah surati Pertamina dan Dinas ESDM Provinsi Sumatera Selatan untuk memberitakan tambahan kuota gas LPG 3 kg melalui Dinas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya