Kamis 22 Juli 2021, 06:50 WIB

Sepekan Banjir Bupati Mempawah Tetapkan Status Tanggap Darurat

Atalya Puspa | Nusantara
Sepekan Banjir Bupati Mempawah Tetapkan Status Tanggap Darurat

Antara
Sejumlah warga beraktivitas di sekitar Rumah Betang khas adat Dayak yang terendam banjir, di Kabupaten Landak, Kalbar.

 

UNTUK mempercepata penanganan bencana yang terjadi di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, Bupati Erlina menetapkan status tanggap darurat, yang berlaku mulai 15 sampai 29 Juli 2021 melalui Surat Keputusan Bupati Mempawah Nomor 186 Tahun 2021 tentang Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor di Kabupaten Mempawah Tahun 2021.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah hingga Selasa (21/7), jumlah warga yang terdampak banjir bertambah menjadi 7.885 KK/ 26.245 jiwa.

"Hingga saat ini, masih terdapat enam Kecamatan yang sebagian desanya masih tergenang banjir, diantaranya Kecamatan Jongkat, Kecamatan Segedong, Kecamatan Sui Kunyit, Kecamatan Sui Pinyuh, Kecamatan Mempawah hilir dan Kecamatan Mempawah Timur," kata Abdul dalam keterangan resmi, Kamis (22/7).

Disi lain, BPBD Mempawah mencatat dua Kecamatan lainnya sudah berangsur surut yaitu, Kecamatan Toho dan Kecamatan Anjongan. Para warga yang sebelumnya mengungsi, sudah kembali ke rumah dan membersihkan rumah dari lumpur yang terbawa saat banjir.

Adapun, berdasarkan hasil kajian dari InaRISK, Kabupaten Mempawah memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi. Kejadian banjir ini merupakan fenomena berulang apabila tidak ditindaklanjuti. Maka dari itu, BNPB menghimbau kepada pemerintah setempat untuk dapat menyiapkan program jangka menengah dan jangka panjang seperti peniadaan pemukiman di sekitar pesisir pantai dan dataran rendah. Hal ini sebagai upaya pencegahan bahaya bencana hidrometeorologi.

"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana dengan memantau informasi prakiraaan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk," pungkas dia. (OL-13)

Baca Juga: Polda Aceh Jatuhi Sanksi Polisi yang Kawal Selebgram Pemicu Kerumunan

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Media Indonesia Menjuarai Lomba Artikel OJK

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 27 November 2021, 20:45 WIB
Artikel dengan judul 'Meningkatkan Literasi Keuangan Digital, Memerangi Pinjol Ilegal' yang ditulis oleh Ardi Teristi Hardi,...
DOK YPA-MDR.

Sejumlah Pelatihan Perkuat Kualitas Guru Kupang dan Rote Ndao

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 20:26 WIB
Selama tiga tahun terakhir, dihasilkan ratusan karya tulis ilmiah dari para guru binaan berupa PTK dan karya...
DOK Pribadi.

Akademisi Pasuruan Sambut Investasi Kosmepack

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 20:00 WIB
Kawasan Sukorejo-Pandaan, misalnya, Kabupaten Pasuruan, merupakan salah satu jantung ekonomi karena menampung berbagai industri...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya