Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PANCASILA diyakini kalangan milenial masih menjadi tuah atau pusaka sakti bagi anak bangsa ini. Meski bukan hal mudah untuk mengimplementasikan dalam kehidupan, di era teknologi digital yang serba canggih, berikut datangnya tekanan nilai atau paham dari luar yang makin kencang dan ekstrim.
Nirwan Pambudi, seorang ASN milenial di Kota Solo menganggap Pancasila sebagai ideologi negara, masih menjadi pegangan hidup. Sekaligus perekat kuat untuk persatuan bangsa Indonesia yang beraneka ragam, suku dan budaya.
"Saya masih sangat yakin, meski tidak mudah, di tengah perkembangan teknologi canggih yang memungkinkan banyak virus jahat dari luar masuk. Ini hebatnya Pancasila yang dirancang para founding fathers bangsa ini 76 tahun silam," ungkap Nirwan, milenial ASN yang pernah dipercaya menjadi ajudan FX Hadi Rudyatmo saat menjadi walikota Solo ini.
Menurut dia, dari kacamata milenial, para pendiri bangsa ini sangat luar biasa hebat dalam merancang konsep Pancasila yang tidak dipunyai bangsa atau negara lain. Sehingga nilai nilai yang terkandung di dalamnya, sulit untuk dirampas pikiran ekstrim dari luar.
Menurut Nirwan, banyak cara yang dilakukan kalangan milenial untuk membuat virus positif, yang memperkuat akar Pancasila dalam kehidupan lingkungan Pemkot maupun lingkungan luar.
"Banyak ragam,sederhana dan mudah serta sangat kontekstual dan sekaligus membentengi diri. Seperti misal membuat vlog pendek atau konten positif tentang keberagaman yang harmoni, budaya dan sejarah nusantara. Lalu kita sebar di antara teman, dan bahkan bisa menjadi program Pemkot, sehingga mengedukasi untuk seluruh masyarakat," imbuh dia.
Berbicara tentang Pancasila, Nirwan mengaku sangat mengidola Soekarno atau Bung Karno selaku salah satu tokoh utama penggagas yang melahirkan lima sila sakti itu. Namun karena sebagai kawulo muda tidak hidup pada zamanya, sehingga tidak pernah bertemu, maka dalam keseharian, ia memilih Ganjar Pranowo dan FX Hadi Rudyatmo sebagai tokoh anutan.
Bagi dia, dua pemimpin itu sangat luar biasa dalam memberikan contoh kehidupan yang sesuai dengan nilai nilai Pancasila. Kedua tokoh itu diakui menjadi anutan, karena sering memberikan contoh harmoni dalam banyak hal, di antaranya dalam kehidupan beragama.
baca juga: Pancasila
Ia bahkan termasuk umat muslim yang beruntung, karena menjadi orang kesekian yang dibantu FX Hadi Rudyatmo untuk beribadah Umroh ke Tanah Suci Mekah. "Ini saya katakan, bukan karena saya dibantu Umroh oleh tokoh non muslim, lalu saya menaruh hormat. Tapi sepak terjang beliau dalam sisi kemanusian, memang layak jadi anutan saya," katanya.
Bertolak dari banyak hal yang dialami itulah, Nirwan mengajak seluruh elemen bangsa ini, dan tentunya kalangan milenial sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa ini kedepan, untuk bangga memiliki Pancasila. (N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved