Senin 03 Mei 2021, 06:00 WIB

Mal Panakkukang Diancam Ditutup oleh Wali Kota Makassar

Mediaindonesia.com | Nusantara
Mal Panakkukang Diancam Ditutup oleh Wali Kota Makassar

ANTARA/Aprilio Akbar
Ilustrasi

 

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menegur keras dan mengancam menutup Mal Panakkukang, karena melanggar protokol kesehatan (prokes) menimbulkan kerumunan orang tanpa kontrol serta tidak menaati Surat Edaran Wali Kota Makassar.

Baca juga : Makassar Uji Coba Layanan Tes GeNose dan PCR untuk SKPD Pemkot

"Besok saya panggil pengelola mal ini beserta pemilik tenan dan menegurnya langsung, di samping teguran tertulis. Bila tak diindahkan teguran ini, saya bisa tutup mal dan mencabut izinnya," ujar Ramdhan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di mal setempat, Jalan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (2/5) malam.

Surat edaran tersebut dengan nomor 443.01/153/S.Edar/Kesbangpol/IV/2021 tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Pada Masa COVID-19 di Kota Makassar, termasuk pembatasan kegiatan operasional usaha.

Sidak tersebut berkaitan dengan membludaknya pengunjung Mal Panakkukang sejak dua hari terakhir tanpa kontrol, sehingga dikhawatirkan terjadi penularan COVID-19 secara besar-besaran, hingga dapat menyebabkan klaster baru pada pusat perbelanjaan itu.

Saat sidak tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Danny Pomanto ini, melihat langsung kerumunan orang tanpa dikontrol, dan secara tegas menegur sejumlah pemilik tenan agar segera menutup tokonya karena jam operasional sudah masuk pukul 21.00 WITA, termasuk pengunjung disuruh keluar.

Menurut dia, pemerintah kota tidak melarang usaha apa pun untuk jalan, asalkan menjalankan protokol kesehatan, 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Namun fakta ditemukan terjadi pelanggaran.

"Saya tidak segan-segan bisa tutup mal ini, bila tidak menjalankan protokol kesehatan 5M. Memang kita butuh kenaikan ekonomi, tapi kesehatan paling utama, saya akan datang lagi besok untuk mengecek langsung, setelah diberikan edukasi," ujarnya lagi.

Selain bertemu dengan staf Mal setempat, Danny menginstruksikan agar seluruh pintu masuk di mal itu dijaga, serta membatasi orang yang masuk. Sebab ada enam pintu masuk di mal, penjagaan tidak diperketat.

"Saya sudah sampaikan ini ke staf pengelola. Ternyata ada enam pintu masuk, bila merujuk prokes pembatasan orang yang bisa masuk setengah, tadi dihitung sekitar 3.350 orang. Kalau yang keluar dua ratusan, bisa dimasukkan lagi dua ratusan, pintunya harus ditutup bila melebihi kapasitas," katanya menegaskan.

Ia menjelaskan, bila jumlah tenan secara keseluruhan sebanyak 670 tenan di dalam mal tersebut, dengan dikalikan lima orang pengunjung maka jumlahnya 3.350 orang, inilah hitungan ideal untuk pembatasan orang. Namun yang terjadi, sudah melebihi kapasitas sehingga bisa memunculkan penularan masif.

"Saya minta kamera CCTV dipasang di pintu masuk begitu pun di tenan, dengan dimonitor melalui ponsel lalu dipantau. Harus ada penjagaan pada setiap pintu masuk, tidak pakai masker, tidak boleh masuk," katanya kembali menegaskan.

Staf Mal Panakkukang Jhony pada kesempatan itu berdalih, prokes sudah dijalankan dengan benar, hanya saja pihaknya tidak bisa membendung banyaknya pengunjung yang masuk berbelanja.

Ia pun siap menyampaikan ke atasannya untuk menjalankan instruksi yang disampaikan Wali Kota Makassar saat melaksanakan sidak tersebut. (Ant/OL-12)

Baca Juga

MI/AKHMAD SAFUAN

6 Korban Kapal Tenggelam di Kedungombo Ditemukan

👤Widjajadi 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 20:05 WIB
Petaka terjadi saat para penumpang berebutan melakukan swafoto di bagian depan...
Antara

BNPB: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Akibat Gempa Nias

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 15:10 WIB
Masyarakat diminta menghindari bangunan retak atau rusak akibat guncangan gempa di wilayah Nias. Serta, memperhatikan informasi resmi...
MI/Apul Iskandar

Forum DAS: Alih Fungsi, Penebangan Hutan Penyebab Banjir Parapat

👤Apul √Ćskandar 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 13:21 WIB
Pemerintah harus dengan segera mencari solusi agar banjir bandang tidak terjadi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya