Jumat 30 April 2021, 20:25 WIB

Mantan Kadis DLHK Pekanbaru Tersangka Pencemaran Sampah

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Mantan Kadis DLHK Pekanbaru Tersangka Pencemaran Sampah

MI/Rudi Kurniawansyah.
.

 

MANTAN Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Agus Purwanto dan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLHK Adil Putra ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pidana pencemaran lingkungan akibat sampah. Kasus itu sempat heboh pada awal 2021.

"Pada gelar perkara Kamis (29/4) malam ditetapkan dua saksi menjadi tersangka yaitu mantan Kadis DLHK Pekanbaru AP dan Kabid Pengelolaan Sampah DLHK Pekanbaru AP. Kami akan lakukan pemeriksaan khusus pada keduanya sebagai tersangka," kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau Komisaris Besar (Kombes) Teddy Ristiawan di Pekanbaru, Jumat (30/4).

Ia menjelaskan, pihaknya dari Januari sudah melakukan penyelidikan kasus pidana pencemaran sampah tersebut. Sejak beberapa waktu lalu status sudah dinaikkan ke tahap penyidikan. Sedangkan sebanyak 20 saksi telah diperiksa. Selain itu, penyidik juga mendengarkan kesaksian para ahli lingkungan hidup, tata negara, dan ahli dari KLHK.

"Ahli menyimpulkan sampah itu melewati ambang batas pencemaran lingkungan. Karena itu, para tersangka dikenakan Pasal 40 dan 41 UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Karena hukuman hanya 4 tahun, para tersangka tidak ditahan," jelas Teddy.

Teddy mengungkapkan, pemeriksaan saksi terakhir dilakukan pada Rabu (28/4). Kemudian pada Kamis (29/4) dilaksanakan gelar perkara yang berlangsung hingga malam hari. "Pada saat itulah kami menyimpulkan saksi tersebut ditingkatkan menjadi tersangka. Berkas perkara akan kami lengkapi dan segera kami limpahkan ke Kejati Riau," tegas Teddy.

Menurutnya, ada kelalaian dan kesengajaan dalam kasus pencemaran lingkungan akibat sampah tersebut. Sejauh ini, tim ahli KLHK telah datang meninjau lokasi dan bersama penyidik mengambil berbagai sampel.

"Kami kerja lagi saat pemeriksaan yang bersangkutan menjadi tersangka. Selain kelalaian, ini juga ada dugaan tidak cakap dalam pengelolaan sampah," pungkas Teddy.

Kasus sampah Pekanbaru terjadi pada awal tahun saat berakhirnya kontrak pengangkutan sampah dengan pihak ketiga. Ketika itu, sampah yang menggunung hampir di seluruh pelosok Kota Pekanbaru dan dibiarkan berserakan hingga membusuk selama lebih dari dua bulan lamanya. (OL-14)

Baca Juga

MI/Arnold tanti

Mesin Monster Sampah Buatan BUMN Dioperasikan di Desa Adat Seminyak

👤Arnoldus 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 13:55 WIB
WAKIL Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa memberikan apresiasi yang tinggi atas pemberian CSR mesin pengolah sampah berbasis sumber yang diberi...
MI/Widjajadi

HUT RI 2022: Perwira Kopassus Masak BBQ untuk Para Prajurit

👤Widjajadi 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 13:29 WIB
SERUNYA para perwira Kopassus mengolah makanan dalam memeriahkan perayaan peringatan hari kemerdekaan RI ke-77, di kompleks Batalyon 22...
MI/Haryanto

Pengelola Wisata Ketep Pass Magelang Apresiasi PWI Jateng

👤Haryanto 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 13:24 WIB
DIREKTUR  Utama (Dirut) Daya Tarik Wisata Ketep Pass Kabupaten Magelang, Mul Budi Santoso mengapresiasi dan menyambut baik Ajang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya