Rabu 07 April 2021, 11:15 WIB

PPKM Diberlakukan, Desa Siaga Covid-19 Sumsel Diaktifkan Kembali

Dwi Apriani | Nusantara
PPKM Diberlakukan, Desa Siaga Covid-19 Sumsel Diaktifkan Kembali

MI/Dwi Apriani
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini.

 

SEBAGAI upaya mengendalikan penyebaran covid-19, Sumatra Selatan mulai melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Hal itu dilaksanakan selama dua pekan pada 6-19 April 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nuraini menyebutkan pihaknya akan mengoptimalkan berbagai upaya termasuk di antaranya melibatkan peran serta banyak elemen masyarakat.

"Hingga kini, Sumsel sudah punya 3.000 desa siaga covid-19 dan Kelurahan Tangkal Covid-19. Nantinya program itu akan diaktifkan kembali," ujar Lesty, Rabu (7/4).

Baca juga: KAI Terapkan GeNose pada Enam Stasiun di Sumsel

Untuk memastikan pelaksaan PPKM mikro berjalan optimal, Dinas Kesehatan telah membentuk satuan tugas (satgas) pengendalian covid-19 dan posko penanganan covid-19 hingga ke tingkat RT/RW.

Dalam pelaksanaannya akan melibatkan semua pihak mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI/Polri, dan semua pihak terkait.

Khusus untuk PPKM di tingkat desa,  pemerintah desa bisa menggunakan dana desa. Hal yang sama juga berlaku untuk semua bidang pelaksanaan protokol kesehatan yang bisa menggunakan dana dari APBN dan APBD. Sementara mereka yang melakukan isolasi mandiri pun akan diberikan bantuan pangan.

"Dengan pelaksanaan PPKM berskala mikro ini diharapkan penularan covid-19 bisa ditekan," kata Lesty.

Dijelaskan Lesty, terdapat empat faktor yang membuat Sumsel akhirnya masuk dalam daerah yang wajib melaksanakan PPKM berskala mikro yaitu angka kematian, tingkat kesembuhan, kasus aktif, dan positivity rate.

Adapun rinciannya yakni angka kematian akibat infeksi covid-19 di Sumsel yang berada di angka 4,7% atau jauh lebih tinggi dibanding nasional yang hanya 2,7%.

Dari sisi tingkat kesembuhan, Sumsel juga masih di bawah kesembuhan nasional. Hingga kini persentase kesembuhan di Sumsel hanya 87,2%. Angka ini lebih rendah dari tingkat kesembuhan nasional sekitar 89,7%.

Sementara, kasus aktif di Sumsel mencapai 7,97%, lebih tinggi dari nasional sebesar 7,6%.

"Angka positivity rate Sumsel juga masih sangat tinggi yakni 28,61%, jauh lebih tinggi dari yang diatur oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di bawah 5%," jelas Lesty.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berskala Mikro, Sumsel akan  melakukan pemetaan zonasi hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT) hingga ke tingkat kecamatan.

Berdasarkan aturan tersebut, jika di suatu wilayah ada lebih dari lima rumah yang penghuninya positif covid-19, wilayah itu sudah masuk zona merah.

Jika itu terjadi, akan diterapkan sejumlah pembatasan seperti membatasi kapasitas di tempat kerja dengan menerapkan bekerja dari rumah sehingga yang bekerja di kantor hanya 50%.

Aktivitas pembelajaran pun disusun sedemikian rupa dengan pembagian sistem daring dan luring.

Selain itu, pembatasan kegiatan di berbagai fasilitas publik juga diberlakukan selama pembatasan aktivitas dilakukan.

Misalnya, pengunjung restoran tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas normal, begitu pula di tempat ibadah hingga 50% dari kapasitas ruang ibadah.

Khusus untuk kegiatan seni yang bisa menimbulkan kerumunan dibatasi hanya boleh dihadiri 25 persen dari kapasitas ruangan.

Menurut Lesty, dengan adanya pemetaan akan menjadikan penanganan covid-19 lebih efektif. Apalagi, ditambah penerapan 3 T (Testing, Tracing, dan
Treatment) akan lebih ketat.

"Sebenarnya, pemetaan zonasi sudah dilakukan sejak pertama kali pemerintah pusat memberlakukan PPKM berskala mikro. Sumsel belum masuk daerah yang memberlakukan PPKM berskala mikro, namun pemerintah daerah, TNI/Polri, dan pihak terkait lainnya sudah memetakan daerah. Sekarang tinggal pelaksanaan saja," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

DOK MI

Majalengka dan Cirebon Ingatkan ASN UNtuk Tidak Mudik

👤Nurul Hidayah 🕔Rabu 21 April 2021, 22:55 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Majalengka dan Kota Cirebon, Jawa Barat mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak mudik pada Lebaran tahun...
ANTARA/Mohammad Ayudha

Wali Kota Solo Keluarkan Surat Edaran Larangan Mudik

👤Widjajadi 🕔Rabu 21 April 2021, 22:43 WIB
LARANGAN mudik lebaran 2021 di Kota Solo, Jawa Tengah ditegaskan dengan keluarnya Surat Edaran (SE) Wali Kota Gibran Rakabuming...
DOK MI

Posko Pengaduan THR di Kota Yogyakarta Mulai Beroperasi Besok

👤Ardi Teristis 🕔Rabu 21 April 2021, 22:27 WIB
Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta mulai Kamis (22/4) membuka posko pengaduan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan tahun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jejak Herbal Cagar Biosfer

Lingkungan alam di Malang menunjang pembudidayaan tanaman obat. Ada sejarah panjang yang melingkupinya

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya