Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat mendorong peningkatan kualitas
produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga bisa tembus ke pasar ekspor.
Salah satu upayanya sudah dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM (KUMKM) Jawa Barat. Mereka sudah mengantarkan lima cemilan lokal menuju Korea
Selatan.
Kepala Dinas KUMKM Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan, tahun ini
terdapat lima cemilan khas Jawa Barat yang akan dikirim ke Korea Selatan yakni keripik singkong, ubi, tempe, pisang, dan kerupuk kulit. Kelimanya merupakan hasil pendampingan yang dilakukannya melalui program UMKM Juara.
"Jumlah total yang akan diekspor sebanyak tiga kontainer, satu
kontainernya sekitar 20 ton. Kalau dirupiahkan sekitar Rp850 juta," ungkapnya, di sela-sela pencanangan gerakan Bangga Buatan Indonesia yang diselenggarakan Bank Indonesia, Kementerian Koperasi dan UMKM, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di Bandung, Sabtu (3/4).
Gerakan Bangga Buatan Indonesia merupakan semangat kebersamaan dan
sinergitas dalam memulihkan perekonomian nasional khususnya melalui
penguatan UMKM lokal.
Lebih jauh Kusmana menjelaskan, ekspor ke Korea Selatan ini berasal dari kajian yang dilakukannya terkait kebutuhan pasar global. "Juga dengan diaspora, selain dengan ITPC," katanya.
Hasilnya, tambah dia, cemilan khas Jawa Barat tersebut disukai warga Korea Selatan terutama di musim dingin. "Karena cocok untuk pasangan minuman penghangat," tambah dia.
Sebelum memasuki pasar ekspor, menurutnya kelima produk tersebut lahir dari program UMKM Juara yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Program yang diikuti 3.000 produk UMKM ini bertujuan untuk mengangkat UMKM lokal agar naik kelas. "Jadi yang diekspor ini dikurasinya di UMKM Juara," katanya.
Melalui program itu, pihaknya melakukan pendampingan selama enam bulan.
"Ada syarat khusus untuk masuk UMKM Juara. Selain harus memproduksi
sendiri, juga harus terjaga keberlanjutan dan kapasitasnya, serta memiliki omset yang baik sebagai syarat lainnya."
Setelah melalui proses kurasi, pihaknya menggandeng supplier ekspor
untuk membantu persiapannya. Perusahaan swasta ini membantu aspek legal
dan perizinan produk sehingga layak untuk dikirim ke negara tujuan.
Lebih lanjut dia katakan, jumlah pelaku UMKM di Jawa Barat mencapai 4,5
juta. Ini tersebar di beberapa wilayah seperti Bogor sebanyak 368.740
dan Sukabumi 266.945. "Paling banyak Bandung Raya hampir 700 ribu," katanya.
Pelaku UMKM itu bergerak di berbagai sektor, terbanyak perdagangan sebanyak 2,19 juta. "Penyedia jasa akomodasi dan makanan minuman sebanyak 867 ribu dan industri pengolahan 612 ribu," lanjut Kusmana.
Menurut dia, banyaknya UMKM ini dikarenakan Jawa Barat memiliki jumlah penduduk yang paling banyak yakni hampir 50 juta.
"Selain itu, Jawa Barat dikenal dengan warganya memiliki jiwa kreatif
dan inovatif yang tinggi," ujarnya.
Selain itu, lanjut Kusmana, produk UMKM Jawa Barat memiliki ciri khas yakni produk yang berkualitas serta memiliki nilai seni dan kreatif yang tinggi.
Kusmana memastikan pihaknya terus melakukan dorongan melalui
sejumlah program agar produk-produk UMKM asal Jawa Barat semakin
diminati pasar lokal maupun mancanegara.
"Gubernur mendorong dengan meluncurkan program seperti UMKM Juara, OPOP Jabar, Digitalisasi Koperasi dan Koperasi Juara, serta Kredit Mesra dalam rangka mendukung pelaku UMKM Jawa Barat untuk berkembang dan berdaya saing," tandasnya.
Kusmana menegaskan semua program tersebut bertujuan untuk mendorong peningkatkan SDM, pemasaran, dan pembiayaan KUMKM melalui pelatihan serta pendampingan. (N-2)
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
Mendes PDT Yandri Susanto, yang hadir langsung melepas keberangkatan kontainer ekspor tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konkret sektor swasta dalam membina desa.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved