Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat mendorong peningkatan kualitas
produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga bisa tembus ke pasar ekspor.
Salah satu upayanya sudah dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM (KUMKM) Jawa Barat. Mereka sudah mengantarkan lima cemilan lokal menuju Korea
Selatan.
Kepala Dinas KUMKM Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan, tahun ini
terdapat lima cemilan khas Jawa Barat yang akan dikirim ke Korea Selatan yakni keripik singkong, ubi, tempe, pisang, dan kerupuk kulit. Kelimanya merupakan hasil pendampingan yang dilakukannya melalui program UMKM Juara.
"Jumlah total yang akan diekspor sebanyak tiga kontainer, satu
kontainernya sekitar 20 ton. Kalau dirupiahkan sekitar Rp850 juta," ungkapnya, di sela-sela pencanangan gerakan Bangga Buatan Indonesia yang diselenggarakan Bank Indonesia, Kementerian Koperasi dan UMKM, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di Bandung, Sabtu (3/4).
Gerakan Bangga Buatan Indonesia merupakan semangat kebersamaan dan
sinergitas dalam memulihkan perekonomian nasional khususnya melalui
penguatan UMKM lokal.
Lebih jauh Kusmana menjelaskan, ekspor ke Korea Selatan ini berasal dari kajian yang dilakukannya terkait kebutuhan pasar global. "Juga dengan diaspora, selain dengan ITPC," katanya.
Hasilnya, tambah dia, cemilan khas Jawa Barat tersebut disukai warga Korea Selatan terutama di musim dingin. "Karena cocok untuk pasangan minuman penghangat," tambah dia.
Sebelum memasuki pasar ekspor, menurutnya kelima produk tersebut lahir dari program UMKM Juara yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Program yang diikuti 3.000 produk UMKM ini bertujuan untuk mengangkat UMKM lokal agar naik kelas. "Jadi yang diekspor ini dikurasinya di UMKM Juara," katanya.
Melalui program itu, pihaknya melakukan pendampingan selama enam bulan.
"Ada syarat khusus untuk masuk UMKM Juara. Selain harus memproduksi
sendiri, juga harus terjaga keberlanjutan dan kapasitasnya, serta memiliki omset yang baik sebagai syarat lainnya."
Setelah melalui proses kurasi, pihaknya menggandeng supplier ekspor
untuk membantu persiapannya. Perusahaan swasta ini membantu aspek legal
dan perizinan produk sehingga layak untuk dikirim ke negara tujuan.
Lebih lanjut dia katakan, jumlah pelaku UMKM di Jawa Barat mencapai 4,5
juta. Ini tersebar di beberapa wilayah seperti Bogor sebanyak 368.740
dan Sukabumi 266.945. "Paling banyak Bandung Raya hampir 700 ribu," katanya.
Pelaku UMKM itu bergerak di berbagai sektor, terbanyak perdagangan sebanyak 2,19 juta. "Penyedia jasa akomodasi dan makanan minuman sebanyak 867 ribu dan industri pengolahan 612 ribu," lanjut Kusmana.
Menurut dia, banyaknya UMKM ini dikarenakan Jawa Barat memiliki jumlah penduduk yang paling banyak yakni hampir 50 juta.
"Selain itu, Jawa Barat dikenal dengan warganya memiliki jiwa kreatif
dan inovatif yang tinggi," ujarnya.
Selain itu, lanjut Kusmana, produk UMKM Jawa Barat memiliki ciri khas yakni produk yang berkualitas serta memiliki nilai seni dan kreatif yang tinggi.
Kusmana memastikan pihaknya terus melakukan dorongan melalui
sejumlah program agar produk-produk UMKM asal Jawa Barat semakin
diminati pasar lokal maupun mancanegara.
"Gubernur mendorong dengan meluncurkan program seperti UMKM Juara, OPOP Jabar, Digitalisasi Koperasi dan Koperasi Juara, serta Kredit Mesra dalam rangka mendukung pelaku UMKM Jawa Barat untuk berkembang dan berdaya saing," tandasnya.
Kusmana menegaskan semua program tersebut bertujuan untuk mendorong peningkatkan SDM, pemasaran, dan pembiayaan KUMKM melalui pelatihan serta pendampingan. (N-2)
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Kementrans merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved