Selasa 02 Maret 2021, 11:00 WIB

Produk Warga Bantaran Sungai Musi Populer Lewat Tali Meiwa

Dwi Apriani | Nusantara
 Produk Warga Bantaran Sungai Musi Populer Lewat Tali Meiwa

MI/Dwi Apriani
Perajin tali meiwa di di Lorong Lama, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju, Sumatra Selatan

 

AWALNYA hanya gulungan tali meiwa, dengan telatennya ibu-ibu mengurai dan menganyamnya hingga menjadi tas-tas belanja yang indah. Tepat di pinggiran Sungai Musi inilah para ibu yang sebagian ibu rumah tangga mengisi waktu luangnya dengan kegiatan produktif sebagai perajin anyaman dari tali meiwa.

Sebagai tradisi yang mengakar lebih dari sepuluh tahun, para ibu rumah tangga ini telah menghasilkan ribuan Sangkek atau tas belanja dari hasil anyaman tali meiwa. Dengan berjejer rapi duduk di pinggir jalan, hasil-hasil produk anyaman dipamerkan pada pengunjung yang datang. Tidak hanya Sangkek, para ibu ini juga telaten menghasilkan anyaman berupa tikar, pot bunga, dan masih banyak lagi kreasi lainnya yang dihasilkan di Lorong Lama, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju.

Untuk meningkatkan potensi kerajinan di di Lorong Lama, Kecamatan Plaju yang tidak jauh dari lokasi kilang ini, Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju memberikan bantuan alat kerajinan untuk meningkatkan kapasitas para perajin. Serta membantu peralatan kebersihan untuk menaikkan kondisi lingkungan pemukiman di sekitar bantaran Sungai Musi agar lebih bersih.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina RU III Plaju beserta rombongan Wakil Wali Kota Palembang mengunjungi para perajin anyaman yang sedang melakukan aktivitas kesehariannya dalam menganyam berbagai jenis anyaman dari tali meiwa.

Sambil melihat ibu-ibu yang sedang menganyam di pinggiran jalan, Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda menyampaikan bahwa banyaknya produk yang dihasilkan dari kerajinan anyaman dari tali meiwa ini. Dan hal ini merupakan cara masyarakat untuk bertahan di tengah pandemi. Pihaknya juga ingin meningkatkan jangkauan pasar dari hasil kerajinan.

"Jalan salah satunya untuk meningkatkan pemasaran produk bisa masuk dalam pasar-pasar modern atau tradisional," ujar Fitrianti.

Ia juga mengapreasiasi bantuan dari Pertamina bertujuan meningkatkan kualitas dan variasi produk anyaman serta bantuan untuk kebersihan lingkungan.

"Kawasan ini menjadi percontohan kegiatan masyarakat membuat kerajinan anyaman dari tali meiwa yang semakin lama hasil produksinya semakin bagus dan berkualitas. Kami sangat mengapresiasi atas bantuan dan dukungan dari Pertamina," tambah Fitrianti.

Aminah selaku Ketua Kelompok Perajin Anyaman Tali Meiwa yang mewakili ibu-ibu perajin mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan Pertamina RU III Plaju sangat berguna.

"Saya dan warga lainnya merasa terbantu dengan adanya dukungan dan bantuan dari Pertamina RU III Plaju. Kami akan berusaha menggunakan bantuan ini sebaik mungkin," tutur Aminah.

Bantuan yang diserahkan oleh Pertamina RU III Plaju berupa dua mesin jahit sebagai alat penunjang Kelompok Perajin Anyaman Tali Meiwa. Serta bantuan peralatan kebersihan berupa satu troli dorong, dua sekop serok, dan satu sekop garpu untuk digunakan masyarakat dalam meningkatkan kondisi lingkungannya agar lebih sehat dan bersih dari sampah yang tersangkut di bawah rumah panggung bantaran Sungai Musi.

Terkait bantuan yang diberikan tersebut, Siti Rachmi Indahsari, Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju menyampaikan bahwa Pertamina RU III Plaju mempunyai mimpi dan harapan agar masyarakat di sekitar perusahaan selalu tersenyum bahagia walaupun dengan kondisi apapun. Serta, pihaknya juga berharap dengan bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas kelompok agar naik kelas.

baca juga: Pemprov Sumsel Targetkan 80% Warga Divaksinasi Covid-19

"Kami hadir disini dengan memberikan bantuan berupa mesin jahit untuk mengupgrade kualitas dan inovasi pada produk-produk kerajinan anyaman tali meiwa yang dihasilkan oleh ibu-ibu. Kami juga memberikan beberapa alat kebersihan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat pada aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan agar terhindar dari sumber penyakit yang berasal dari tumpukan sampah di pinggiran sungai. Harapan kami adalah di tengah kondisi pandemi ini, masyarakat sekitar perusahaan bisa bertahan dan hidup dengan baik. Kami butuh sinergi dari semua pihak, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari seluruh elemen masyarakat serta para media," pungkas Rachmi. (OL-3)
 

Baca Juga

DOK MI

Calon Kades Di Garut Wajib Jalani Tes Narkotika

👤Kristiadi 🕔Kamis 15 April 2021, 01:34 WIB
BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut, Jawa Barat melakukan tes urine kepada para bakal calon kepala desa. Ditargetkan tes...
Dok Media Indonesia

Permintaan Ikan Air Tawar dari Danau Maninjau Meningkat 5 Ton

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 23:48 WIB
Ikan jenis nila dan mas itu dipasarkan ke pasar tradisional di Sumbar, Jambi, Riau dan...
Antara

TWC Gelar Vaksinasi bagi Pelaku Wisata di Candi Borobudur

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 14 April 2021, 23:45 WIB
"Harapannya nanti siap untuk menyambut datangnya wisatawan serta ikut menciptakan ekosistem wisata yang aman dan nyaman untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya