Minggu 21 Februari 2021, 09:50 WIB

Inkrah, Dua Terdakwa Penebangan Hutan Lindung Dipenjara Dua Tahun

Gabriel Langga | Nusantara
Inkrah, Dua Terdakwa Penebangan Hutan Lindung Dipenjara Dua Tahun

dok.Kejari Maumere
Dua terpidana penebang hutan lindung dijebloskan ke Rutan Maumares, NTT karena sudah berkekuatan hukum tetap, Sabtu (20/2)

 

KEJAKSAAN NEGERI (Kejari) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur menjebloskan dua terpidana kasus penebangan hutan lindung ke Rutan Kelas I Maumere. Yakni Hendrikus Heriyanto dan Antonius Bonivasius dieksekusi setelah kasasi yang diajukan ke Mahkamah Agung kalah. Artinya kasus ini sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, Fahmi melalui Kasi Intel, Ridha Nurul Ihsan menjelaskan, kasus ini berawal dua terpidana terbukti melakukan penebangan kayu di kawasan hutan lindung yang ada di Kabupaten Sikka. Kemudian dua terpidana mengambil kayu hasil hutan itu dengan menggunakan mobil truk. Setelah itu, dua terpidana ini ditangkap dan sidangkan di Pengadilan Negeri Maumere pada tahun 2007 diputuskan 10 bulan penjara. Terdakwa banding dan Pengadilan Tinggi NTT menambah hukuman menjadi dua tahun. Terdakwa ajukan kasasi, namun MA menguatkan putusan pengadilan tinggi.

"Perkara kasus penebangan kayu ini merupakan perkara di tahun 2007 dan sudah ada putusan. Akan tetapi, dua terpidana saat itu mengajukan upaya hukum banding dan kasasi. Namun dalam upaya banding dan kasasi para terpidana ini kalah," tandas Ridha Nurul Ihsan kepada mediaindonesia.com, kemarin.

Dia menuturkan setelah menerima pemberitahuan putusan kasasi, Kejari Sikka langsung melakukan koordinasi kepada tim Jaksa Eksekutor Kejari Sikka bersama Kepolisian Sektor Nelle untuk melakukan penangkapan terhadap dua terpidana. Yang mana, terpidana atas Hendrikus Heriyanto alias Heri ditangkap di kediamannya di Desa Koting, Kecamatan Koting, sedangkan terpidana Antonius Bonevasius menyerahkan diri dengan mendatangi kantor Kejari Sikka.

"Penangkapan kepada kedua terpidana berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Kupang No.22/Pid/2008/PTK melanggar Pasal 50 Ayat (3) huruf h jo Pasal 78 ayat (7) UU no.19 thn 2004 tentang Kehutanan dan berdasarkan Putusan Kasasi MA No.1271 K/Pid.Sus/2008 tanggal 28 Agustus 2008. Putusan tersebut baru bisa dieksekusi pada tahun 2021," beber Ridha Nurul Ihsan

Ia menambahkan sebelum dijebloskan ke Lapas Maumere, dua terpidana ini melakukan pemeriksaan kesehatan dan menjalani rapid test antigen. "Hasil kesehatan dua terpidana ini dinyatakan sehat dan juga hasil rapid test ini dinyatakan non reaktif. Keduanya langsung dimasukan ke Rutan Maumere untuk menjalani hukuman pidana penjara," pungkas dia. (OL-13)

Baca Juga

 ANTARA/Raisan Al Farisi

Rumah Zakat Perluas Gerakan di Masa Pandemi

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 25 Februari 2021, 20:30 WIB
Kepedulian masyarakat untuk membantu sesama yang terdampak pandemi masih tinggi. Lewat Rumah Zakat mereka menyalurkan kepedulian untuk...
MI/Marcelinus Kelen

KPK Dorong Penertiban Izin Sawit di Papua Barat

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 25 Februari 2021, 19:28 WIB
Evaluasi perizinan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat itu dilakukan kepada 24 perusahaan pemegang...
Antara

Petani Harus Waspada Cuaca Lembap Bisa Datangkan Hama Wereng

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 19:00 WIB
Petani di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diminta mewaspadai serangan hama wereng batang coklat (WBC) yang berpotensi terjadi pada kondisi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya