Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH petani ikan keramba jaring apung (KJA) di Waduk Saguling, Bandung Barat, Jawa Barat mengalami kerugian hingga ratusan jutaan rupiah akibat puluhan ton ikan mati mendadak.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat, Unang Husni Thamrin mengakui fenomena matinya ikan di perairan waduk Saguling terjadi sejak sepekan terakhir. "Sejak Selasa sampai Jumat pekan lalu, kematian ikan KJA terjadi di blok Bunder, Perlas dan Gombong. Totalnya sekitar 40 ton ikan mati," kata Unang, Rabu (27/1)
Unang menjelaskan, fenomena kematian puluhan ton ikan ini disebabkan faktor cuaca serta curah hujan yang tinggi memicu arus di perairan. Arus di perairan mengakibatkan bekas pakan ikan yang mengendap dan mengandung zat yang bisa menyebabkan ikan mabuk terangkat ke atas permukaan air.
"Hujan yang turun berhari-hari mengakibatkan arus balik sehingga berdampak pada kualitas air menurun drastis, kandungan oksigen rendah mendekati 0 Ppm dan aroma air waduk berbau belerang (H2S)," ungkapnya.
Melihat kondisi cuaca yang kurang mendukung, Dispernakan menerjunkan petugas untuk sosialisasi dan memberikan peringatan dini serta meminta petani ikan menyetop sementara penebaran benih ikan baru. "Mereka juga diminta mengurangi intensitas pemberian pakan, mempercepat panen ikan dan mengangkat ikan yang telah mati dari perairan waduk," lanjutnya.
Pihaknya memprediksi, kerugian yang dialami para petani ikan mencapai ratusan juta rupiah. Sebelum mengalami kerugian yang lebih besar, sejumlah petani berhasil memanen ikan dan menjualnya.
Sementara itu, para petani ikan yang sudah terbiasa menghadapi kondisi cuaca seperti itu mempercepat masa panen. Sebagian petani ada yang melakukan panen lebih dini untuk menghindari kerugian.
"Hujan yang setiap hari turun ditambah kurangnya sinar matahari membuat ikan mabuk. Tanda-tanda ikan mabuk bisa terlihat dari mulutnya yang terus mengap-mengap dan sering keluar dari permukaan air, kemudian gerakannya pun kurang lincah," ucap seorang petani ikan KJA Waduk Saguling, Asep Sudrajat.
Menurut Asep, walaupun masih hidup, harga ikan dalam kondisi mabuk menjadi anjlok. Dari normalnya Rp24.000-Rp26.000 per kilogram turun menjadi Rp15.000 per kilogram. "Harganya turun dibawah pasaran, tapi daripada enggak terjual akibat mati, ya lebih baik dijual seadanya," lanjut Asep. (OL-15)
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Presiden Prabowo Subianto percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan progres tahap pertama 50%.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Keduanya diduga terseret arus ke bagian tengah waduk yang lebih dalam.
Upaya mitigasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menyiagakan pompa, pengerukan badan air, hingga optimalisasi sistem drainase dan waduk.
Perlu pembuatan sistem pencegahan banjir yang cukup besar seperti waduk atau embung
Penambahan bukaan pintu pelimpah air dilakukan lantaran kian meningkatnya curah hujan di wilayah hulu waduk.
Di tengah kota Jakarta akan dibangun juga sumur-sumur resapan dan biopori agar tanah air di Jakarta ini sendiri juga bertambah.
Seluruh elemen masyarakat Jakarta diimbau dapat turut serta menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved