Kamis 21 Januari 2021, 09:28 WIB

Tanah Relokasi Korban Longsor Sumedang Boleh Dibangun Permukiman

Insi Nantika Jelita | Nusantara
Tanah Relokasi Korban Longsor Sumedang Boleh Dibangun Permukiman

Dok Humas Basarnas Bandung
Basarnas mencari korban longsor tertimbun tanah di Desa Cihanjuang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/1/2021).

 

WAKIL Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/BPN) Surya Tjandra menuturkan, pihaknya mengizinkan tanah relokasi untuk korban bencana tanah longsor di Desa Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dibangun permukiman. Diketahui, salah satu opsi tempat untuk relokasi tersebut berada di Desa Tegalmanggung. Namun, lanjut Surya, untuk membangun kembali permukiman warga ada ketentuan yang harus dipatuhi.

"Memang boleh membangun pemukiman di sini, akan tetapi dengan syarat-syarat yang ketat," ujar Wamen ATR/BPN dalam keterangannya, Kamis (21/1).

Dia meninjau langsung lokasi terdampak bencana tanah longsor tersebut. Kerja keras PemprovJawa Barat melakukan penanganan korban bencana di Desa Cimanggung diapresiasi oleh Surya. Menurutnya, pemprov sudah bergerak cepat dan berperan aktif dalam menyelamatkan korban dari bencana alam tersebut.

"Aplikasi penanganan di lapangan sangat cepat sehingga para korban bisa direlokasi," ucapnya.

Surya mengatakan bahwa Kementerian ATR/BPN akan terus bekerja sama dengan Pemda yang daerahnya terdampak bencana alam, guna memperbaiki penataan ruang.

"Kita akan coba bahu membahu untuk membereskan penataan ruang. Kita lakukan pengendalian atas tata ruang tersebut dan kita tegakkan aturannya," tuturnya.

baca juga: Polisi Dalami Izin Permukiman di Lahan Longsor Sumedang

Sebelumnya, Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan longsor Sumedang berhasil menemukan seluruh korban meninggal dunia pada Senin (18/1). Demikian data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (18/1), pukul 20.26 WIB.

"Total korban meninggal yang berhasil ditemukan mencapai 40 jiwa, data ini sesuai dengan laporan warga yang kehilangan keluarga dan kerabatnya akibat kejadian longsor tersebut," kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Selasa (19/1). (OL-3)

Baca Juga

MI/Solmi

Anggaran Mitigasi Karhutla Jambi Rp33 Miliar

👤Solmi 🕔Jumat 05 Maret 2021, 10:31 WIB
Pemerintah  Provinsi Jambi mendapat dukungan anggaran untuk mitigasi karhutla Rp33 miliar atau naik dari anggaran sebelumnya Rp8...
MI/Arnoldus Dhae

Di Bali, Warga Bandel Dikalungi Tulisan Pelanggar Prokes

👤Arnoldus Dhae 🕔Jumat 05 Maret 2021, 10:11 WIB
Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19 selain memberi sanksi administrasi juga memberi sanksi sosial bagi pelanggar protokol...
MI/Tosiani

Hanya Minggu Pahing Ada Pasar Kuliner di Curug Titang

👤Tosiani 🕔Jumat 05 Maret 2021, 09:44 WIB
Curug Titang, Dusun Titang, Desa Nampirejo, Temanggung, Jawa Tengah sebuah tempat wisata alam belum digarap maksimal. Hanya ada pasar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya