Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSUMSI udang di Labuan Bajo diketahui cukup tinggi. Dalam satu pekan, petambak wajib memasok dua hingga tiga ton udang. Sementara untuk proses penaburan benih hingga panen membutuhkan waktu dua bulan dengan tingkat produksi mencapai mencapai 15-20 ton sekali panen dari total enam petak berukuran 18x50 meter.
Anggelus Naing Galas, pria asal Manggarai jebolan IPB tahun 90-an ini, menekuni usaha tambak udang di wilayah Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Usaha itu semata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Labuan Bajo dan permintaan konsumen di sektor pariwisata. Meski masih pandemi, Anggalus mampu meraup untung sekitar Rp700 juta hingga Rp1 miliar dari satu petak udang. Angka itu termasuk penghasilan kasar belum terhitung harga beli benih dan ongkos kerja dan pakan.
"Dalam satu petak bisa menghasilkan dua hingga tiga ton udang, harga jual Rp65.000 ribu per kilogram. Banyak yang datang beli langsung di lokasi. Ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan permintaan sektor pariwisata Labuan Bajo," kata Anggalus, Jumat (8/1).
Baca juga: Petambak Udang dan Ikan Kini Bisa Ikut Asuransi
Anggalus baru dua tahun merintis usahanya. Tambaknya sempat terkubur banjir bandang pada Maret 2020, namun tak menyurutkan niatnya untuk berusaha.
Anggalus pun kembali menata tambak miliknya seluas 2,8 hektare dengan mendapat pasokan bibit udang yang dibeli dari Bali, Jawa dan Sumbawa NTB.
"Kita kesulitan mendapatkan bibit. Biasanya didatangkan dari luar daerah seperti Bali, Jawa dan Sumbawa NTB," ungkapnya.
Menurutnya tingkat konsumsi udang sangat tinggi, dalam seminggu Labuan Bajo membutuhkan dua ton lebih udang segar.
"Kita memang mengalami keterbatasan dana untuk mengelolah lahan yang belum dikelola termasuk tenaga kerja. Padahal ini membuka lapangan kerja dan usaha," imbuhnya.
Alam pesisir Labuan Bajo, sebut Anggus, sangat potensial bagi petambak udang maupun ikan. Sayangnya belum terkelola dengan baik akibat tak ada dukungan dana.
Anggalus pun bercerita dalam enam petak tambak udangnya, ia mampu menabur benih secara bergantian sebanyak 1,1 juta.(OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved