Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida menyampaikan, energi Gunung Merapi saat ini meningkat. Oleh sebab itu, masyarakat harus tetap siaga.
"Jumlah kegempaan memang menurun (dibanding minggu lalu), tetapi energinya meningkat walaupun tidak signifikan," terang Hanik, kemarin sore. Perhitungan energi bisa dilihat dari besaran amplitudo di seismik.
Kegempaan Dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 232 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 1.692 kali gempa Fase Banyak (MP), 5 kali gempa Low Frekuensi (LF), 256 kali gempa Guguran (RF), 209 kali gempa Hembusan (DG), dan 2 kali gempa Tektonik (TT).
Sementara pada minggu sebelumnya, kegempaan Gunung Merapi tercatat 236 kali gempa VTB, 2.128 kali gempa MP, tiga kali gemmpa LF, 289 kali gempa RF, 330 kali gempa DG dan 11 kali gempa TT.
Hanik juga menjelaskan, rekahan memanjang terjadi di Merapi dari 65 meter menjadi 120 meter. Selain itu, lanjut dia, rekahan-rekahan baru juga muncul dengan panjang 30 meter dan 70 meter. Rekahan tersebut muncul akibat desakan magma di dalam Gunung Merapi.
Hanik menjelaskan, berdasarkan data EDM hingga Jumat (11/12), penggembungan tubuh Merapi ke barat dan barat laut sehingga potensi erupsi Merapi juga ke arah Barat-Barat Laut.
Untuk data gas, lanjut dia, dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan, dari 700 ppm pada awal desember sekarang sekitar 400 ppm gas CO2. Penurunan bisa berarti gas sudah menurun atau bisa juga berarti gas terperangkap karena ada sumbatan lava.
"Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi sehingga status aktivitas masih dalam tingkat Siaga," ucap Hanik. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dan awan panas sejauh maksimal 5 km. (OL-13)
Baca Juga: 367 Pengungsi Erupsi Merapi masih Bertahan di TES
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved