Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU UMKM merasa terbantu dengan program pemerintah yang digulirkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) melalui Kementerian Koperasi dan UMKM. Salah satu pelaku UMKM di bidang hortikultura, Rofinus Inonsius Moa Luer warga Desa Tilang, Kecamatan Nita mengaku merasa terbantu lewat dana LPDB untuk mengembangkan usahanya di bidang pertanian khusus tanaman hortikultura.
Ia mendapatkan bantuan dana pinjaman LPDB sebesar Rp250 juta yang disalurkan lewat Kopdit Obor Mas untuk mengembangkan usaha tanaman hortikultura, dengan bunga 0,9%. Angsurannya tiap bulan sebesar Rp7 juta.
Dari dana LPDB itu, Rofinus kembali menambah luas lahan sekitar 4 hektar untuk menanam tanaman hortikultura seperti tomat, cabai, dan buncis. dan sayur buncis. Sebelumnya, ia sudah menanam tanaman hortikultura dengan lahan seluas 3 hektar. Jadi total keseluruhan luas lahan sekarang sudah menjadi 7 hektar.
"Pinjaman dana LPDB ini sangat terbantu karena bunganya lebih rendah ketimbang kita dengan perbankan pada umumnya. Dan prosesnya untuk memperoleh tambahan modal sangat mudah.Lewat dana LPDB ini saya sudah menambah luas tanaman hortikultura. Saya target bulan Januari atau Februari tahun 2021, saya bisa melunasinya," papar Rofinus itu, kepada mediaindonesia.com, Jumat (30/10).
Sementara Yance Maring pemuda 27 tahun asal Kloangpopot yang juga mengembangkan tanamanan hortilkultura mengungkapkan ia mendapatkan pinjaman dari LPDB melalui Kopdit Obor Mas sebesar Rp100 juta dengan masa kontrak empat tahun dengan angsuran tiap bulannya Rp2,9 juta.
Menurut Yance Maring, dibandingkan dengan KUR bunga 0,5 persen dengan dana LPDB bunga 0,9, justru lebih bagus LPDB.
"KUR itu kan bunga penuh. Misalnya kalau kita ada uang ingin melunasi belum sampai masa kontrak maka bunga justru dihitung sampai masa kontrak. Kalau dari LPDB ini, biar bunganya 0,9 tetapi apabila kita ada uang dan ingin melunasi sebelum habis masa kontrak, maka ada penambahan bunga satu bulan saja. Bagus di LPDB disini yang bisa
membantu kita tidak bayar bunga pinjaman secara penuh," ungkap Yance Maring yang menerapkan pertanian dengan sistem pengairan irigasi tetes.
Ia menilai pinjaman dana LPDB cukup membantu sekali karena proses untuk memperolehnya juga tidak ribet. Ditambah lagi suku bunga pinjaman lebih kecil ketimbang suku bunga yang ada di bank.
"Dari pinjaman dana LPDB ini saya kembali menambah lahan baru sekitar satu setengah hektar dengan sistem irigasi tetes. Untuk irigasi tetes ini butuh alat-alatnya. Jadi alat-alatnya saya sudah pesan. Untuk uang pembayaran alat-alat itu lewat dana LPDB yang saya pinjam. Prinsip dana LPDB ini sangat membantu bagi kami yang petani ini" ungkap Yance Maring.
Hal yang sama juga disampaikan Andi Liman, peternak ayam petelur yang merupakan warga Wolomarang. Dia menilai LPDB yang dikucurkan pemerintah melalui koperasi merupakan angin segar bagi kami sebagai pelaku UMKM, yang terpuruk akibat pandemi.
"Pinjaman Dana LPDB itu lebih mending dibandingkan dengan pinjaman koperasi biasa karena bunganya cuma 0,9 persen. Sedangkan koperasi biasa itu ketika kita pinjam itu bunganya bisa mencapai 2 persen. Kita mau mengajukan pinjaman ke bank, tentu berpikir angsuran dan agunannya. Justru lewat dana LPDB ini sangat membantu karena bunganya ringan," papar Andi Liman.
baca juga: Warga Keluhkan Bau Busuk di TPS Pergudangan Safe N Lock
Ia mengaku mendapatkan pinjaman dari dana LPDB yang dikucurkan lewat Kopdit Obor Mas sebesar Rp250 juta. Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk menambah pembelian ayam petelur.
"Pinjaman dana LPDB ini benar-benar membantu kami sebagai pelaku UMKM. Bunga rendah yang diberikan pemerintah melalui dana bergulir ini. Prosesnya juga cepat. Jadi kita bisa kembali mengembangkan kembali usaha kita," pungkas Andi Liman. (OL-3)
CPI bersama Bank Indonesia meluncurkan buku pedoman implementasi model bisnis UMKM berkelanjutan sebagai panduan mendorong ekonomi hijau dan akses pembiayaan ramah lingkungan.
Jejak Jajanan Nusantara tidak hanya menampilkan beragam kuliner tradisional, tetapi juga menghadirkan berbagai inisiatif penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.
KBRI Warsawa memboyong empat jenama UMKM unggulan, yaitu Serlium Leathers, Ittaherl, Roka Collections, dan Umiy Lasega Batik.
Pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan mentor berpengalaman di bidang UMKM mengenai permasalahan dalam bisnisnya
Pelajari strategi pengiriman Ramadan agar lebih efisien. Simak tips untuk kelola lonjakan pesanan, kirim paket besar, hingga fitur COD Ongkir.
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tekanan dan ketidakpastian, pengusaha muda membutuhkan kepastian arah kebijakan.
Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan dua ekor penyu laut dilindungi dari upaya perburuan di perairan Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Sayangnya, ekosistem berupa tanaman penyangga pantai, dibiarkan tanpa adanya tanda-tanda reklamasi.
Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menggelar pelatihan pengelolaan sampah
Kematian tragis ibu hamil Maria Yunita dan bayinya di Kabupaten Sikka, NTT, memicu kecaman keras dari masyarakat dan organisasi masyarakat sipil di wilayah tersebut.
Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka mendukung penuh pelaksanaan Festival Maumerelogia 5 yang akan berlangsung pada 15-24 Mei 2025.
Sebanyak empat orang yang diduga sebagai aktor intelektual di balik kasus Hak Guna Usaha (HGU) Tanah Nangahale di Kecamatan Talibura, Kabupaen Sikka, dilaporkan ke Polda NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved