Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Overland Wonderful Flores dari Direktorat Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjajagi potensi pariwisata di Kabupaten Nagekeo, NTT dengan mengunjungi Kampung Kawa, yang dikelilingi savana dan masih terjaga ritual adat di wilayah itu, Kamis (22/10).
Ketua Tim Overland Wonderful Flores dari Direktorat Wisata Alam Budaya Dan Wisata Buatan, Ismayanti bersama terpesona dengan keunikan Kampung Kawa yang masih sangat tradisonil dan terjaga keasliannya. Kampung Kawa masuk dalam daya tarik pola perjalanan dan bisa mendukung pariwisata premium di Labuan Bajo. Ia memaparkan segala masukan dan penuturan terkait kawasan Kampung Adat Kawa akan menjadi bahan bagi tim untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya kedepan. Termasuk kalender budaya, adat istiadat, keadaan alam, cuaca dan iklim serta kehidupan masyarakat di Kampung Kawa.
"Flores bukan hanya Labuan Bajo sebenarnya. Daerah lain seperti Kampung Kawa ini bisa mendukung wisata premium di Labuan Bajo, karena itu kami butuh penuturan dan masukan dari warga kampung soal kelender budayanya, kebiasaan, ritual dan bentang alamnya," kata Ismayati.
Ina Djamhur anggota tim Overland memuji kekayaan dan keindahan alam Flores mulai dari adat, budaya, masyrakat serta tenunnya. Ia mendukung pola perjalanan di Kampung Kawa bisa diangkat dan diperkenalkan pada wisatawan manca negara dan domestik.
"Flores sangat aksotik. Besar potensinya. Ketika kami survey dari Labuan Baj sampai Larantuka selalu dikejutkan. Flores kaya dengan kampung adatnya, budaya masyrakatnya, tenun, dan kekayaan alam. Dan saya tidak pernah habis untuk terheran-heran. Pola perjalanan ini bisa diangkat nantinya. Kita akan bawa untuk diperkenalkan kepada wisatana manca negara," kata Ina Djamhur.
Menanggapi hal itu Sekretaris Dinas Pariwisata Nagekeo, Olivia Monika Mogi mengatakan bahwa Kampung Kawa perlu pengembangan dan paket wisata serta perbaikan infrastruktur dari pusat mendukung pariwisata premium Labuan Bajo. Ia berharap tim yang datang ini bisa mendapat masukan yang lengkap dari masyrakat sehingga bisa menjadi masukan ke pusat.
"Agar menjadi pola perjalanan atau paket wisata kita berharap warga di sini bisa memberi segala masukan baik cerita budaya aktivitas mereka sendiri," terang Olivia.
Ada 12 rumah adat yang masih berdiri di kampung ini. Bagi Orang Kawa, rumah adat yang dibangun bukan hanya bangunan kosong, benda mati namun memiliki jiwa dan roh selayaknya anak manusia yang dibangun secara hati-hati dan gotong royong. Tetua adat Kampung Kawa, Don Bosco Doko menuturkan setiap rumah dibangn harus mendapat restu dari nenek moyang. Untuk membangun rumah adat, harus memakai upacara adat kurban babi.
Setiap rumah yang dibangun dikerjakan secara gotong royong oleh seluruh laki-laki penghuni kampung. Kesemrawutan, ketidak teraturan dalam membangun penanda melapetaka dan kesialan bagi penguhuni rumah. Karena itu dalam membangun rumah orang Kawa percaya akan kedamaian tanpa percecokan sehingga perlu kedamaian dan sukacita hati dalam membangun rumah selayaknya membangun surga di bumi.
"Harus dengan damai tidak ada baku marah antar kita dalam bangun rumah," katanya.
baca juga: REI NTB Soroti Tata Ruang Kota Mataram
Dalam catatan Don, selama setahun ada 12 ritual adat yang dilakukan oleh orang Kawa. Permulaan tahun adat budaya mulai September dengan upacara adat sewe li'e uta atau tanam pangan di salah satu suku di kampung tersebut. Pola ritual mengikuti tanaman yang ditanam oleh warga seperti jagung dan kacang-kacangan dengan filosofinya tersendiri. Selain itu ada ritual tolak bala gua ru serta atraksi tinju adat Etu dan berburu adat tanpa harus membakar sebagai penutup kalender adat.
"Kalau kami awal tahun itu bukan Januari tapi September sekitar tanggal 12. Karena setiap bulan selalu ada acara adat. Ada acara gua ru seperti tolak bala atau hama lalu ada acara goreng jagung, makan kacang dan penutupnya ada tinju adat Etu dan berburu atau dai. Kalo berburu kami tidak bakar-bakar sesuai aturan leluhur," pungkasnya. (OL-3)
Gubernur Bali Wayan Koster ungkap dampak konflik Timur Tengah. Kunjungan wisman turun 800 orang/hari & 35 penerbangan di Bandara Ngurah Rai batal. Cek detailnya.
Sekretaris Jenderal United Nations (UN) Tourism Shaikha Al Nuwais menegaskan korelasi erat antara pariwisata dengan perdamaian.
Bima Arya mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang harus terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pembangunan berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
Pelni Hadir pada Pameran Pariwisata Bangga Berwisata di Indonesia
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengawal proses pemulangan 13 korban dugaan TPPO asal Jabar yang ditemukan di Kabupaten Sikka.
Dalam perkara ini, penyidik Polres Belu menerapkan Pasal 473 ayat (4) KUHP sebagaimana disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved