Jumat 23 Oktober 2020, 00:36 WIB

Gubernur Sumut Minta Usut Preman yang Serang Satgas Covid-19

Yoseph Pencawan | Nusantara
Gubernur Sumut Minta Usut Preman yang Serang Satgas Covid-19

Ilustrasi
Premanisme

 

GUBERNUR Sumatra Utara, Edy Rahmayadi minta kepolisian untuk menindak para preman yang menyerang Satgas Covid-19 Mebidang saat menggelar operasi yustisi di Komplek Brayan Trade Centre, Jalan Serbaguna Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Deliserdang, Rabu(21/10) malam.

Edy Rahmayadi mengatakan sangat menyayangkan adanya tindakan penyerangan terhadap personel Satgas Penanganan Covid-19 Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang).

"Kita sudah menyerahkan proses hukumnya pada pihak kepolisian. Orang-orangyang melakukan penyerangan dan tempat yang tidak melaksanakan protokol kesehatan, harus ditindak," ujarnya, Kamis (22/10).

Dia menjelaskan, operasi yustisi protokol kesehatan yang dilakukan Satgas adalah untuk melaksanakan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Mereka juga melaksanakan operasi yustisi sebagai amanat Pergub Sumut Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Begitu juga Peraturan Bupati (Perbup) Deliserdang Nomor 77 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

"Mereka tidak mengindahkan protokol kesehatan, tidak pakai masker, tidakjaga jarak dan sangat diduga mereka melakukan kegiatan ilegal sepertinya judi, karena didapatkan kertas-kertas bernomor serta koin dan alat alatnya," paparnya.

Baca juga : Satgas Covid Diserang Preman saat Operasi Yustisi di Deli Serdang

Lebih lanjut dia menerangkan, meskipun Sumut tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tetapi masyarakat tetapi harus melaksanakan protokol kesehatan.

"Dalam kondisi sulit seperti ini, tengah malam masih melakukan seperti itu (berkerumun dan berjudi). Sumut tidak memberlakukan PSBB, bukan berarti terus seenaknya. Kita harus tetap disiplin, dasarnya Inpres, Pergub dan Perbup," sambung Edy.

Saat Gubernur masuk ke lokasi penyerangan Satgas Covid-19, ruko yang diduga menjadi tempat perjudian tersebut sudah kosong. Namun Edy sempat menemukan koin-koin yang diduga sebagai bagian dari alat judi.

Edy juga telah memanggil Kapolres Pelabuhan Belawan dan Kapolsek Medan Labuhan untuk meminta keterangan dari kedua pejabat polisi itu mengenai peristiwa yang terjadi.

Satgas Penanganan Covid-19 Mebidang mengalami serangan fisik secara brutal oleh kelompok preman saat melakukan operasi yustisi di Komplek Brayan Trade Centre, Jalan Serbaguna Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Deliserdang, Rabu (21/10) malam.

Sebanyak tiga anggota satgas terluka serius dan lima kendaraan operasional mengalami kerusakan dalam kejadian ini. Satgas dibolehkan pulang setelah bersedia menuruti keinginan para preman, salah satunya mengembalikan barang-barang bukti perjudian.(OL-2)

 

Baca Juga

MI/Agus Utantoro

Dua Kekuatan Pemulihan Ekonomi DIY Lewat Pariwisata dan Pendidikan

👤Agus Utantoro 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:55 WIB
Pemulihan perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta akibat pandemi covid-19 akan bertumpu pada dua kekuatan. Yakni pariwisata dan...
MI/Gabriel Langga

Pertamina Maumere Pastikan Suplai BBM Aman Jelang Nataru

👤Gabriel Langga 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:54 WIB
Stok BBM di terminal BBM Maumere akan disalurkan ke wilayah Nusa Tenggara Timur II yang meliputi Larantuka, Kalabahi, Atapupu, Waingapu,...
MI/Djoko Sardjono

Pilkada, Polres Klaten Terjunkan 638 Personel Pengamanan TPS

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:41 WIB
Sebanyak 638 personel Polres Klaten, Jawa Tengah, akan diterjunkan untuk pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan bupati dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya