Selasa 06 Oktober 2020, 22:09 WIB

Ribuan Burung tanpa Dokumen, Gagal Keluar Denpasar

Arnoldus Dhae | Nusantara
Ribuan Burung tanpa Dokumen, Gagal Keluar Denpasar

MI/Bary Fathahilah
Ilustrasi

 

KEMENTERIAN Pertanian melalui Karantina Pertanian Denpasar kembali gagalkan pengiriman ribuan burung tanpa dokumen ke Pulau Jawa.

Setelah kemarin ayam aduan tanpa dokumen, Selasa (6/10) ribuan burung tanpa dokumen pun berhasil dicegah keluar Denpasar.

"Kami harus tegas melakukan pengawasan karena ayam dan burung adalah unggas yang menjadi media pembawa penyakit Avian Influenza (AI)," ujar Kepala Karantina Denpasar I Putu Terunanegara, Selasa (6/10).

Menurut Terunanegara, Denpasar merupakan wilayah yang belum bebas dari AI.Olehkarenanya setiap unggas yang keluar dari Bali wajib disertakan hasiluji lab yang menyatakan unggas-unggas tersebut bebas dari AI.

"Tanpa adanya dokumen karantina artinya tidak ada jaminan atas kesehatan terhadap burung-burung tersebut," tambahnya.

Secara kronologis kejadian, Terunanegara menjelaskan bahwa bertempat di parkir Manuver Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 19:30 Wita, Pejabat Karantina Denpasar wilayah kerja Gilimanuk mendapati ribuan burung tanpa dokumen karantina dalam sebuah mobil boks.

"Ribuan burung ini rencananya akan dikirim dari Bali menuju Solo dan Jogja, namun sayang pengiriman tidak dilakukan dengan animal welfare," ucapnya.

Sangat ironis, ribuan burung dikemas dalam 27 box karton berlubang dan 48 keranjang plastik kemudian dimasukan kedalam mobil box tertutup yangventilasi udaranya tidak mencukupi.

Baca juga : Provinsi Pertama di Luar Jawa Punya Pengolahan Limbah

"Modus yang digunakan untuk mengelabui pejabat karantina adalah dengan menggunakan mobil box catering rumah makan minang," tutur Terunanegara.

Jenis burung-burung yang ditemukan pejabat karantina antara lain Brajangan 450 ekor, trucuk 340 ekor, prenjek 600 ekor, pleci 1.040 ekor, decu 38 ekor, opyor 70 ekor, gelatik 70 ekor, bondol 70 ekor dan anis 20 ekor.

"Meski tidak ada jenis yang dilindungi, namun sayang sekali beberapa burung sudah ditemukan dalam keadaan mati akibat kekurangan oksigen," ucapnya.

Langkah selanjutnya yang dilakukan Karantina Pertanian Denpasar adalah tindakan karantina berupa penolakan pengiriman dan diberikan kesempatan untuk melengkapi dokumen jika hendak dikirim kembali sesuai yang tertera dalam UU No 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Penanggung Jawab wilayah kerja Gilimanuk, IB. Eka Ludra mengatakan, keberhasilan timnya dalam mengungkap beberapa kasus upaya penyelundupan lalulintas komoditas pertanian tanpa dilengkapi dokumen berkat kerjasama timnya dan instansi-instansi terkait di lapangan yang begitu kompak dalam memberikan informasi satu sama lain.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengapresiasikinerja tim kewasdakan Karantina Pertanian Denpasar.

"Jangan lengah, tingkatkan terus kewaspadaan dan kerjasama dengan pihak keamanan baik TNI, Polri dan instansi terkait lainnya. Dan tidak lupa terus berikan edukasi kepada masyarakat agar patuh dalam melapor karantina," pungkas Jamil. (OL-2)

 

Baca Juga

DOK MI

Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Ternak

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 23:38 WIB
PENGAWASAN lalu lintas hewan ternak di Kabupaten Gunungkidul, DiY diperketat. Hal ini dilakukan untuka mencegah masuknya penyakit mulut dan...
dok.ist

Dinilai Layak, Relawan Kalsel Dukung Ganjar Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 23:14 WIB
KEBERHASILAN Ganjar Pranowo membawa Jawa Tengah lebih baik membuat ratusan orang di Kalimantan Selatan mendukungnya untuk menjadi Presiden...
Dok. Pribadi

Methodius Kossay Luncurkan Yayasan Harapan Generasi Papua, Fokus Bangun Karakter Pemuda Papua

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 23:11 WIB
"Fokus yayasan adalah membangun pribadi manusia terutama generasi Papua seutuhnya sebagai subjek perubahan melalui pengembangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya