Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DESA Astomulyo, Punggur, Lampung Tengah, menyisakan masalah ekonomi yang terjadi secara turun-temurun. Sebagian besar penduduk di daerah ini bermatapencaharian sebagai petani dan peternak. Namun, kemampuan mereka dalam memanajemen usaha sangatlah minim, sehingga penghasilan mereka pun hanya cukup untuk kebutuhan hidup.
Sarjono, warga Astomulyo, yang sejak tahun 2003 terjun di dunia peternakan sapi lewat Kelompok Limousin terus mempelajari usaha yang menjadi andalannya itu, khususnya mengenai tata cara manajemen bisnis. Fasilitas dari PT Great Giant Livestock (GGL) yang saat itu menjadi mitra dia pelajari secara optimal.
Lambat laun, berkat pendampingan dan penyuluhan dari perusahan yang merupakan unit bisnis Great Giant Food (GGF) itu, produktivitas ternak Sarjono menunjukkan peningkatan.
"Sejak awal berdiri, kelompok ini hanya punya 16 orang. Sekarang, warga yang sudah bergabung mencapai 85 orang," kata Ketua Kelompok Sapi Limousin Astomulyo itu, kemarin.
Lewat arahan PT GGL, Sarjono memang diajak untuk memberdayakan masyarakat sekitar untuk ikut serta dalam usaha bisnisnya. Namun, dalam prosesnya, Sarjono mengakui kendala yang paling sulit dihadapi selama menjalankan
program itu adalah merangkul masyarakat untuk mengubah pola pikirnya.
"Kebanyakan masyarakat di sini adalah petani tua konvensional yang sulit berubah dari kebiasaan mereka beternak selama ini," katanya.
Maka itu, sasaran Sarjono tertuju kepada para pemuda di kampungnya. Terlebih, di sisi lain, banyak pemuda di kampungnya yang masih berstatus pengangguran.
"Anak muda di sini kalau tidak petani, biasanya kerja ke luar negeri jadi TKI. Waktu pulang ke kampung, duitnya habis begitu saja, karena tidak terkelola dengan baik," ucapnya.
Lantaran itu, Sarjono berupaya menggandeng peternak milenial yang cara berpikirnya lebih terbuka untuk menerima perubahan. "Alhamdulillah, total sudah ada 30-an pemuda milenial yang bergabung. Sisanya adalah peternak
usia produktif," kata dia.
Eko Purwanto, anggota kelompok peternak milenial yang mengikuti jejak Sarjono, mengaku tertarik bergabung dengan Kelompok Limousin setelah melihat pencapaian yang telah diraih Sarjono.
Selain itu, hal yang paling Eko rasakan manfaatnya, selain mendapatkan bantuan secara materi, PT GGL juga banyak memberikan penyuluhan dan pelatihan yang membuat kemampuan dan performanya sebagai peternak terus meningkat.
"Kami dibekali kemampuan personal branding, leadership, berkomunikasi, membangun reputasi, penyuluhan manajemen pakan, pelatihan kesehatan hewan, mengubah mindset, administrasi usaha, manajemen keuangan, sampai diberikan motivasi agar performa kami terus meningkat," kata Eko, didampingi Sarjono.
Dengan segala bekal dan modal dari PT GGL tersebut, Kelompok Astomulyo Punggur, Lampung Tengah, khususnya peternak milenial, berharap pola kemitraan ini berlanjut dengan strategi yang terus diperbaharui sehingga dapat mampu makin meningkatkan kemampuan petani untuk menjadi peternak yang mandiri dan berkelanjutan.
Junior Manager Sustainability GGF Gilang M Nugraha memaparkan apa yang dicapai Kelompok Sapi Liomusin Astomulyo sejalan dengan tujuan program kemitraan creating shared value (CSV) yang dilaksanakan Great Giant Food (GGF) selaku induk usaha PT GGL.
Konsep kemitraan CSV menyinergikan antara aset dan kapabilitas yang dimiliki GGF dengan kebutuhan sosial setiap mitra dan peluang bisnis yang ada.
Komitmen GGF memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat tidak hanya sebatas memberikan bantuan, tetapi lebih menekankan pada program pemberdayaan masyarakat yang komprehensif dan
berkelanjutan. GGF percaya bahwa bisnis akan tumbuh beriringan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
"Penerapan CSR GGF bukan seperti model filantropi yang hanya memberikan donasi tanpa mengukur manfaat yang diberikan ke masyarakat. GGF ingin membangun masyarakat yang mandiri dengan pola kemitraan dan pengembangan bisnis perusahaan bersama masyarakat," ujarnya.
Gilang melanjutkan ada tiga pilar komitmen GGF, yakni memberikan produk yang sehat bagi masyarakat (Great Life), bertanggung jawab menjamin kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar (Great People), bertanggung
jawab terhadap lingkungan (Great World).
"Perusahaan terus menjalin kerja sama dengan mitra sebagai untuk mewujudkan kesejahteraan karyawan dan masyarakat," tandasnya. (OL-13)
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Suryo menjelaskan, motivasi utamanya membangun pabrik di Lampung Timur adalah untuk menekan angka pengangguran yang tinggi di daerah asalnya.
Disebut Masjid Batu karena sejak didirikan pada era 1970-an, dindingnya tersusun dari batu kali hasil gotong royong warga.
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Sudaryono menegaskan harga sapi di kandang peternak saat ini terpantau masih berada di bawah batas acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kontes Ternak dan Bursa Sapi Potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sapi yang dirawat dengan baik akan tumbuh menjadi besar hingga beratnya bisa mencapai 500 kilogram. Ukuran itu dapat memproduksi banyak daging.
Emilia Achmadi, seorang ahli Gizi Olahraga yang merupakan lulusan Universitas Oklahoma, mengungkapkan bahwa kualitas daging sapi lokal dan impor dapat berbeda.
pengorbanan juga bisa dilakukan di lingkup yang paling kecil mulai dari level keluarga bahkan hingga rela berkorban demi bangsa dan negara.
Stok hewan kurban di Sulsel sangat mencukupi tahun ini, dengan ketersediaan sapi, kerbau, dan kambing jauh melebihi kebutuhan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved