Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDIDIKAN di Indonesia dinilai masih terpisahkan antara ahlak, moral, budaya, sains, dan keterampilan. Sehingga perlu adanya pembenahan kurikulum agar tidak terjadi liberalisme dan kapitalisme pendidikan.
Hal tersebut diungkapkan ketua Pengurus Besar Paguyuban Pasundan untuk periode 2020-2025, Didi Turmudzi dalam siaran persnya, Senin (24/8).
"Pendidikan harus didasarkan kepada perilaku, memadukan IQ, SQ dan EQ. Itu menjadi fokus bagi Paguyuban Pasundan, bagaimana kita dapat berdaya saing, membangun karakter, menjadikan setiap dosen dan guru bisa mengajarkan hal-hal yang terkait dengan ahlak, moral dan budaya sekaligus," cetus guru besar Universitas Pasundan itu.
Baca juga: Dampak Pandemi, Kualitas Pendidikan Alami Penurunan
"Kami akan terus fokus pada bidang pendidikan. Paguyuban Pasundan terus berupaya mengembangkan pendidikan selaras dengan tujuan sistem pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab," paparnya.
Selain itu, Paguyuban Pasundan juga akan fokus dalam bidang ekonomi, yaitu ekonomi kerakyatan, salah satunya bersama pemerintah membangun Pasundan Mart yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang murah sehingga dapat membantu masyarakat. "Di samping itu lima tahun ke depan kami juga akan terus membangun koperasi, di mana cabang-cabang baru akan didirikan, Usaha Kecil Menengah yang terus dikembangkan, dan sebelumnya kami juga telah melakukan pelatihan 1400 usaha kecil di berbagai pulau dan provinsi."
Hal yang tidak kalah penting, lanjut Didi, nilai budaya dan agama sangat diperlukan untuk membentuk masyarakat yang ramah dan toleran. "Yakni yang bisa menghargai kepentingan satu sama lain serta memiliki etik moral," ujarnya. (BY/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved