Kamis 20 Agustus 2020, 12:34 WIB

89 Penumpang KM Lambelu Beli Surat Rapid Test Lewat Calo

Gabriel Langga | Nusantara
89 Penumpang KM Lambelu Beli Surat Rapid Test Lewat Calo

MI/Gabriel Langga
Sebanyak 89 penumpang KM Lambelu dari total 183 orang memakai surat rapid test palsu yang dibeli lewat calo di pelabuhan keberangkatan.

 

PENUMPANG KM Lambelu yang harus menjalani karantina saat tiba di Kabupaten Sikka, NTT diduga menggunakan surat keterangan rapid test palsu. Hal itu diketahui saat petugas Satgas Covid-19 Sikka memeriksa surat keterangan rapid test yang dikeluarkan dari daerah keberangkatannya. 

Kepala BPBD Sikka Mohammad Daeng Bakir kepada mediaindonesia.com, Kamis (20/8) mengungkapkan ditemukan 89 penumpang KM Lambelu menggunakan surat keterangan hasil rapid test diduga palsu. Pengungkapan adanya surat rapid test palsu ini adanya tanda tangan berbeda-beda untuk satu nama dokter. 

Daeng Bakir menunjukkan surat pemeriksaan laboratorium yang dikeluarkan oleh Kesehatan Daerah Militer VI/ Mulawarman Rumah Sakit Tentara TK. II Dr. R. Hardjanto Balikpapan tertulis non reaktif yang ditandatangani oleh dokter yang sama dengan tanda tangan berbeda-berbeda.

"Para penumpang KM.Lambelu ini gunakan dokumen hasil rapid test diduga palsu. Ada pemalsuan tanda tangan surat rapid test itu. Masa tanda tangan dokter dalam surat rapid test ini berbeda-berbeda," ungkap dia saat ditemui di tempat karantina Kantor Dinas Pariwisata dan Gedung SCC Sikka, Kamis (20/9).

baca juga: 183 Penumpang KM Lambelu Dikarantina Meski Bawa Hasil Rapid Test

Daeng Bakir menambahkan banyak surat hasil rapid test  yang dibawa oleh penumpang KM Lambelu berupa fotokopi. Para penumpang itu tidak bisa menunjukkan surat rapid test aslinya. Ada juga penemuan surat rapid test  dalam kondisi telah discan oleh mereka.

"Kami konfirmasi dengan beberapa penumpang KM Lambelu. Mereka mengakui membeli surat rapid test di calo dengan harga Rp250 ribu. Ada juga penawaran dari calo, pembelian tiket kapal dan surat rapid test dengan harga Rp1 juta. Jadi mereka membeli tiket kapal dan surat rapid test melalui calo yang ada di pelabuhan keberangkatan," papar Daeng Bakir.

Dari 183 penunpang KM Lambelu, hanya 94 orang yang menunjukkan surat rapid test asli. Daeng juga mengungkapkan sekitar 25 orang yang ketahuan menggunakan surat rapid test palsu langsung melarikan diri dari tempat karantina. Kini petugas masih mencari 25 orang yang melarikan diri itu. (OL-3)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Pemkab Sleman Minta Pengungsi Gunung Merapi Bertahan

👤Agus Utantoro 🕔Minggu 17 Januari 2021, 09:33 WIB
Makwan mengatakan Pemkab Sleman tidak terburu-buru untuk memulangkan pengungsi dan masih memerlukan koordinasi dengan banyak pihak termasuk...
Dok: Adaro

Adaro Kirim ERG dan Logistik ke Daerah Bencana di Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Minggu 17 Januari 2021, 08:04 WIB
Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Tabalong dan Balangan tersebut telah menyalurkan bantuan logistik sembako dan Emergency Respons...
MI/Denny Susanto

Longsor Terjadi di Sejumlah Daerah di Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Minggu 17 Januari 2021, 07:44 WIB
Tercatat longsor terjadi di wilayah Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Selatan dan Tanah Laut. Di Kabupaten Tanah Laut terjadi di dua desa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya