Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
ANAK-anak suku pedalaman Papua yang bersekolah di SDN Muko Tanah Merah, Distrik Yaro, Nabire kini bisa tersenyum ketika akhirnya dapat merasakan asrama baru. Kompleks asrama yang mencakup asrama putra dan putri, ruang makan dan dapur, serta kamar mandi itu merupakan hasil kolaborasi Yayasan Tunas Bakti Nusantara (Bakti Nusantara) dengan Bosch Indonesia dan AFC Life Science.
Keberadaan kompleks asrama baru yang turut didukung oleh Pemerintah Kabupaten Nabire dan Kodim 1705/Paniai diharapkan semakin memfasilitasi anak-anak pedalaman yang selama ini perlu menempuh hampir lima jam perjalanan hanya untuk bersekolah. Asrama lama yang diinisasi oleh para guru, sudah saatnya ditingkatkan kelayakan serta kapasitasnya agar anak-anak semakin fokus dan bersemangat bersekolah.
Baca juga: Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara Akan Berdiri di Papua Barat
Kolaborasi Bakti Nusantara dengan Bosch Indonesia dan AFC Life Science merupakan salah satu implementasi visi pemerataan kualitas sumber daya manusia untuk kemajuan Indonesia. Selain pembangunan asrama, Bakti Nusantara dengan dukungan para sponsor dan donatur, juga mengadakan woodworking workshop serta pembagian sembako bagi guru, masyarakat sekitar, dan tenaga honorer.
“Kegiatan Bakti Nusantara selaras dengan salah satu misi Pemkab Nabire, yakni meningkatkan kualitas SDM yang sehat, berilmu, berbudaya, dan berdaya saing. Dengan asrama yang layak dan memadai, serta kebutuhan pokok yang terus terpenuhi, anak-anak dapat belajar secara optimal sehingga kelak tumbuh menjadi manusia berdaya, sehingga mampu ikut andil memajukan Papua, khususnya Nabire,” ujar Bupati Nabire, Isaias Dow.
Kompleks asrama yang diresmikan pada Sabtu (15/8) itu terdiri dari lima bangunan utama. Bangunan pertama adalah asrama putra yang dibangun bersama Bosch Indonesia dengan nama Honai Chista yang diambil dari nama seorang dewi pengetahuan Persia. Adapun tiga bangunan lain, yakni asrama putri, ruang makan dan dapur, serta kamar mandi yang merupakan hasil kolaborasi dengan AFC Life Science yang diberi nama Helen Ariany Center. Selain pembangunan asrama, anak-anak SDN Muko juga mendapatkan bantuan biaya hidup dari selama lima tahun dari Bosch Indonesia guna membantu pendidikan mereka.
Sebelum adanya asrama baru, anak-anak pedalaman Papua yang bersekolah di SD Negeri Muko Tanah Merah tinggal di asrama darurat yang merupakan dapur rumah kepala sekolah, Agusthina Taihuttu. Agusthina pun secara pribadi membiayai kebutuhan sehari-hari anak didiknya selama bersekolah. Untuk mendapatkan tambahan biaya, Agusthina bersama anak-anak kemudian menanam singkong dan mencari batu di sungai untuk dijual.
Agusthina berjuang dengan ikhlas dan tangguh karena anak-anak pedalaman Papua itu adalah generasi pertama keluarga yang mengenyam pendidikan formal, bahkan sebagian besar mereka tidak dapat berbahasa Indonesia ketika pertama kali sekolah. Jika tidak mendapatkan pendidikan formal, mereka tidak akan bisa lepas dari kemiskinan. Fakta inilah yang membuat Agusthina memantapkan hati, tetap bertahan di SD Negeri Muko Tanah Merah selama bertahun-tahun untuk memberikan pendidikan yang layak bagi mereka.
“Kami sangat senang dan terharu dengan bantuan yang digalang oleh Bakti Nusantara. Saya tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa niat saya mendidik dan mengasuh anak-anak Papua ternyata mampu menggerakkan hati orang-orang yang sangat jauh. Semoga asrama ini bisa menjadi penyemangat anak-anak untuk menggapai cita-cita lebih besar lagi. Saya percaya anak-anak ini bisa memajukan Papua nantinya dan membuat Indonesia bangga,” ujar Agusthina.
“Sejak 2016 Bakti Nusantara dilaksanakan, kami berangkat dari cerita masyarakat di wilayah yang kami bantu. Ceritanya memiliki narasi yang sama, seseorang atau kelompok berjuang dengan penuh keikhlasan untuk membangun wilayahnya, meskipun terbentur keterbatasan. Cerita inilah yang menggerakkan Bakti Nusantara mengajak pihak lain untuk bersama-sama membantu keterbatasan akses pendidikan maupun kesehatan, agar setiap rakyat Indonesia dapat merasakan kesejahteraan di manapun mereka berada,” kata Assed Lussak, Direktur Eksekutif Yayasan Tunas Bakti Nusantara.
Bakti Nusantara sendiri adalah gerakan yang dilandasi oleh semangat kepedulian, kemanusiaan, persaudaraan, dan gotong royong untuk mendorong pembangunan di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) Indonesia. Diprakarsai oleh Yayasan Tunas Bakti Nusantara dan diinisiasi oleh Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara, Bakti Nusantara selalu bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, PGRI, serta berbagai sponsor dan donatur. Bakti Nusantara memiliki 3 (tiga) misi utama, yaitu kesejahteraan (Bangun Nusantara), kesehatan (Sehat Nusantara), dan pendidikan (Inspirasi Nusantara). Kegiatan ini telah 5 (lima) kali dilaksanakan, secara berturut-turut: Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (2016); Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (2017), Kota Serang dan Kabupaten Pandeglang, Banten (2018); Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (2019); serta Kabupaten Nabire, Papua (2020).
Dandim 1705/Paniai, Letkol Inf. Benny Wahyudi, pada saat peresmian asrama mengapresiasi bantuan yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. “Aktivitas seperti ini merupakan wujud nyata gotong royong dan persaudaraan seluruh masyarakat. Bantuan dan dukungan datang dari lokasi yang berbeda, masyarakat yang berbeda, stakeholders serta orang-orang baik yang berbeda. Satu hal yang sama, semangat gotong royong membangun dan memajukan daerah dalam bingkai ke-Indonesia-an. Keberadaan asrama, juga dukungan operasional lain, menjadikan anak-anak kita, generasi penerus Nabire, mempunyai bekal untuk meningkatkan kapasitas dirinya, serta nantinya, kesejahteraan masyarakat.” (Ant/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved