Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
HERANG caina, beunang laukna. Pepatah dalam bahasa Sunda yang berarti mendapatkan ikan tanpa harus membuat keruh airnya itulah yang kini dijalankan Acep Purnama.
Bupati Kuningan, Jawa Barat, itu mengaku tengah membangun komunikasi guna menyelesaikan saling silang yang terjadi antara masyarakat Adat Karuhun Urang Sunda (Akur) Sunda Wiwitan yang berada di Kecamatan Cigugur dengan warga lain.
“Saat ini, komunikasi antara pemerintah kabupaten, saya, dan warga paseban Akur sudah berjalan lancar. Salah satu cara penyelesaian masalah ini memang dengan komunikasi,” ungkapnya saat dimintai komentar atas beredarnya imbauan dari Pupuhu Adat masyarakat AKUR Sunda Wiwitan Gumirat Barna Alam, kemarin.
Hubungan Acep dan masyarakat Akur sempat memanas setelah sejumlah anggota Satpol PP Kabupaten Kuningan menyegel tugu yang menjadi penanda pembangunan makam leluhur penghayat Sunda Wiwitan itu. Desakan dan gelombang kritik pun mengarah ke Bupati Kuningan tersebut, termasuk dari partai yang mengusungnya, PDI Perjuangan.
Pekan lalu, Acep datang ke Cigugur. Ia bersilaturahim dan berjanji akan membuka pintu dialog untuk menyelesaikan masalah. “Selama ini, tindakan yang saya tempuh semata-mata demi kondusivitas. Kepala daerah harus menjaganya,” tutur Acep.
Ke depan, ia meminta semua pihak menahan diri dan bersabar. “Saya juga tengah melakukan komunikasi dengan masyarakat yang keberatan dengan pembangunan makam masyarakat Akur. Kita dapatkan pemahaman yang sama.”
Sebelumnya, Pupuhu Adat Masyarakat Akur Gumirat Barna Alam menyatakan pembangunan makam sesepuh Sunda Wiwitan merupakan bentuk bakti anak terhadap orangtua. “Sebagai putra Pangeran Djatikusuma, kami hanya ingin mewujudkan bakti kepada rama (ayah). Saya hanya ingin mewujudkan bakti kami kepada rama yang kami cintai di ujung hayatnya,” tandasnya.
Sebagai Pupuhu Adat, Gumirat memiliki harapan besar kepada semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk mendukung niat dan keinginan mereka. “Sesungguhnya tidak pernah terlintas sedikit pun di benak kami untuk mencederai keyakinan atau agama yang lain karena kami yakin bahwa semua orang adalah saudara,” paparnya.
Masyarakat Akur, tambah dia, sangat menjunjung tinggi ajaran leluhur mereka dalam menciptakan perdamaian. (UL/N-3)
Dari 3 GPM yang telah digelar beras, telur ayam dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak dibeli oleh masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kepuh, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, harga cabai merah kini sudah mencapai Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram tergantung jenis
Pemkab Kuningan terbitkan SE Ramadan 2026. Larangan petasan, penutupan hiburan malam, hingga aturan tirai rumah makan diberlakukan.
Banjir terjadi pada Rabu (11/2) di empat dusun di Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan
Kematian ikan mulai terpantau sejak 29 Januari 2026 dan terus meningkat hingga hari ketujuh.
Hasil identifikasi yang diakukan, kematian ikan disebabkan adanya parasit jenis cacing yang hidup di tubuh ikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved