Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
WALAUPUN masih berstatus zona merah karena kasus positif Covid-19 yang masih terus meningkat, tetapi bank sentral mencatat pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara (Sumut) masih mampu tumbuh di atas rerata nasional.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, perekonomian provinsi ini tercatat tumbuh sebesar 4,65 persen (yoy).
"Jauh di atas nasional dan Sumatra yang masing-masing tercatat 2,97 persen (yoy) dan 3,25 persen (yoy)," ujarnya, Kamis (23/7).
Secara spasial, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi Sumut tertinggi kedua setelah Sumsel yang sebesar 4,98 persen (yoy).
Karena itu, dia menilai pertumbuhan ekonomi Sumut di masa pandemi korona masih cukup baik meski melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,21 persen (yoy), sesuai pola historis di awal tahun.
Bank sentral meyakini masih baiknya perekonomian Sumut karena dampak pandemi belum menjalar ke level regional meski kasus corona di Indonesia sudah muncul mulai Maret 2020.
Wiwiek Sisto mengungkapkan bahwa pada Juni 2020 Sumut bahkan mengalami deflasi sebesar -0,07 persen (mtm).
Lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat inflasi 0,43 persen (mtm) serta lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat deflasi -0,29 persen (mtm).
Secara spasial, kata Wiwiek lagi, tekanan harga di seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumut mengalami penurunan. Deflasi terjadi di Kota Pematangsiantar -0,13 persen (mtm), Medan -0,09 persen (mtm) dan Padangsidimpuan -0,02 persen (mtm).
Namun dua kota IHK lain mengalami inflasi, yakni Kota Gunungsitoli 0,22 persen (mtm) dan Kota Sibolga 0,13 persen (mtm). "Deflasi bersumber dari kelompok makanan (volatile food)," ujarnya.
Menurut dia, secara umum kondisi itu terjadi karena aspek struktural masih menjadi kendala dalam kesinambungan produksi/pasokan.
Antara lain perencanaan tanam/produksi yang masih lebih dipengaruhi dinamika harga, belum optimalnya mitigasi terhadap dampak kondisi cuaca terhadap produksi, serta kendala kepastian bagi terserapnya hasil produksi petani dengan harga wajar.
"Karakteristik bahan pangan yang mudah rusak juga memengaruhi dinamika pasokan dari sisi distribusi," sambungnya.(OL-13)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan sikap wait and see atau bereaksi menunggu terhadap dinamika pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,0% pada 2025 dan 5,1% pada 2026.
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved