Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian RI sedang menyiapkan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi lumbung pangan atau food estate sebagai tindak lanjut instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk menumbuhkembangkan sektor pertanian secara merata. Diharapkan produksi pertanian meningkat sehinggga mendukung kebutuhan dalam negeri dan mendukung ekspor komoditas pertanian.
“Food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan,” kata Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo saat memantau pengembangan Food Estate dan Padat Karya Tunai Irigasi di eks lahan gambut di Desa Gadabung, Kecamatan Pendih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, akhr pekan ini.
Pengembangan Food Estate di Kalteng akan diawali pada Musim Tanam II pada Oktober 2020 - Maret 2021 (Okmar). Lahan seluas 28.000 hektar akan menjadi tahap awal, dengan penanaman padi sebagai komoditas pertama dalam uji coba uji ini. Food Estate melakukan intervensi mekanisme, mulai dari proses penanaman, panen hingga produk siap dipasarkan melalui korporasi petani.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi pada kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) Vol. 14 mengingatkan tentang peran vital penyuluh pertanian menjalankan mendukung pengembangan Food Estate.
"Penyuluh pertanian sebagai petugas pemerintah yang berhubungan langsung secara intensif dengan petani dan kelompoknya di tingkat lapangan," kata Dedi Nursyamsi.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) Leli Nuryati menguraikan, dalam kerangka menumbuhkembangkan korporasi petani sebagai basis kawasan lumbung pangan, penyuluh harus melaksanakan perannya secara maksimal.
Hal itu, ditempuh dengan menyiapkan dan menyediakan input (petani); proses (pelembagaan bisnis); hingga output (kolaborasi/kemitraan).
"Penumbuhan korporasi petani memerlukan empat sumberdaya yang perlu campur tangan penyuluh. Pertama, inventarisasi dan pemetaan prasarana dan sarana baik yang ada maupun yang dibutuhkan termasuk unsur teknologi," kata Leli saat koordinasi dengan penyuluh di BPP Pangkoh, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (9/7).
Kedua adalah inventarisasi data potensi komoditas, potensi petani dan kelompoknya, serta potensi usaha petani. Ketiga, pendampingan dan pengawalan budaya/ethos kerja petani dan kelompoknya, mulai dari perencanaan (rembug tani), pelibatan petani dalam pengambilan keputusan (partisipasi aktif), dan ‘transplantasi’ petani yang maju dan berhasi. Keempat, menyusun basis pengetahuan petani, basis skill petani sekaligus kebutuhan skill petani.
Pada tahap penyiapan pelembagaan korporasi petani, tetap diperlukan peran penyuluh. Pertama, penetapan model bisnis melalui pendampingan petani dalam peilihan model usaha yang sesuai dengan kondisinya, penyusunan rencana bisnis dan pelatihan penyusunan rencana bisnis.
"Kedua, pendampingan dan pengawalan petani mulai dari mendapatkan informasi tentang bentuk lembaga usaha, pemilihan bentuk lembagan usaha sampai pengurusan legalitas lembaga usaha. Ketiga, pendampingan dan pengawalan petani dalam proses bisnis dengan penyusunan SOP, pelatihan jaminan mutu usaha hingga mediasi kemitraan usaha," katanya di BPP Pangkoh.
Ketiga adalah pasar/konsumen dengan membuka saluran informasi pasar, inventarisasi pelaku pasar/konsumen, dan pendampingan pemutakhiran market place. Keempat, unsur nilai tambah dengan pelatihan pemutakhiran teknologi, konsultan diferensiasi produk/jasa, dan membuka akses saluran informasi sertifikasi produk
Keempat adalah pendampingan dan pengawalan petani untuk tata kelola lembaga seperti pelatihan manajemen lembaga, pelatihan manajemen usaha, pendampingan pengelola sumberdaya. (OL-13)
Bantuan ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai gotong royong dan rasa persaudaraan yang tertanam kuat sesuai falsafah Huma Betang.
Gubernur menjelaskan, penyaluran akan dilakukan secara proporsional ke tiga provinsi terdampak.
BMKG Kalimantan Tengah (Kalteng) memprakirakan adanya potensi hujan lebat dan petir yang diakibatkan cuaca ekstrem, terutama Kabupaten Murung Raya, Kapuas bagian utara, dan Barito Utara.
KALIMANTAN Tengah (Kalteng) mendapat penghargaan Empowerment of Algriculture & Food Self-Sufficiency dalam Program Lumbung Pangan Nasional pada ajang Indonesia Kita Awards 2025 yang digagas oleh Garuda TV.
WAKIL Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo merespons penurunan alokasi dana transfer dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang dialami pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan dua unit alat berat dikerahkan untuk membongkar lantai jembatan yang rusak.
"Petani harus ditempatkan sebagai subjek utama. Subjek berarti punya hak yang jelas atas tanahnya, punya ruang menentukan pilihan usaha taninya, punya posisi tawar di pasar,"
Konsolidasi dilaksanakan Zoom pada 5–15 Agustus dan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke wilayah prioritas pada September mendatang.
NEGARA yang merusak tanahnya ialah negara yang menghancurkan dirinya sendiri.
Buku Pokok-Pokok Pikiran Ketahanan Pangan Nasional Menuju Kedaulatan Pangan diluncurkan di Bandung, Selasa (29/4).
Aalah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia adalah ketergantungan pada impor beras hingga 2 juta ton/tahun setelah berakhirnya swasembada beras di 1993.
Hutan tropis Indonesia (HTI) berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim dan mencegah erosi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved