Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pondok pesantren di Jawa Tengah sudah membuka dan menerima kembali para santri setelah ditutup karena wabah covid-19. Ponpes-ponpes dibuka saat pemerintah daerah mulai melakukan pelonggaran dan menuju kenormalan baru. Termasuk Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen ikut melepas 225 santri asal Jawa Tengah di halaman Masjid Agung Jawa Tengah Jumat (19/6), untuk kembali belajar di Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur
"Hari ini setelah menjalani setelah menjalani test rapid dan dinyatakan sehat, 225 santri dari Kabupaten Pati, Semarang, Kendal, Demak dan sekitarnya kita berangkatkan untuk kembali ke pondok pesantren," kata Taj Yasin Maimoen.
Sebelum berangkat para santri telah mengantongi surat hasil test rapid dari puskesmas di daerah masing-masing, kemudian pemerintah provinsi berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten dan kota yang dilanjutkan dikeluarkan manifes perjalanan.
"Sopir dan kru bus yang membawa mereka juga telah diperiksa kesehatannya dan ikut rapid test," imbuhnya.
Dukungan untuk mengembalikan para santri ke ponpes untuk belajar agama juga dilakukan oleh Pemkab Kendal, dengan menyediakan 15.000 alat rapid test untuk covid-19 secara gratis kepada santri yang hendak mencari surat keterangan sehat.
"Jumlah alat rapid test itu disediakan dengan data santri yang tercatat di Kendal, sehingga mereka yang kembali menuntut ilmu ke pondok pesantren dimana pun sudah terbebas dari covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay.
Meskipun sejumlah pondok pesantren sudah dibuka, ada juga wilayah yang belum mengizinkan pembukaan pesantren. Seperti dilakukan Pemkab Pati masih menutup akses pendidikan di ponpes. Bupati Pati Haryanto telah mengeluarkan keputusan menunda pembukaan pondok pesantren di daerahnya, dan belum diperbolehkan menerima santri untuk tinggal di asrama.
baca juga: Kemenag Keluarkan Panduan Pendidikan Keagamaan Selama Pandemi
Meskipun belum ada izin menerima kembali santri dan aktif kegiatan belajar, namun ada pesantren yang tetap menerima santri. Seperti di Pesantren Mathaliul Huda Al Kautsar di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati telah menerima santri. Pimpinan pesantren, KH Muhammad Niam Sutaman mengatakan meskipun telah menerima kembali para santri, namun tetap diberlakukan protokol kesehatan ketat.
"Untuk tahap pertama ini hanya santri dari Pati berjumlah sekitar 100 orang, sedang dari daerah luar belum diperbolehkan. Dari total 1.500 santri, yang tinggal di asrama ada 900 orang. Mereka yang kembali harus membawa surat hasil rapid test dan menjalani isolasi 14 hari di ponpes sesuai protokol kesehatan," kata Niam. (OL-3)
Alumni Gontor 2006 menjalankan program Minhat Yatama, yaitu pengumpulan donasi rutin setiap bulan untuk membantu anak-anak yatim dari keluarga teman satu angkatan.
ASOSIASI Ma’had Aly Indonesia (AMALI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di bawah kepengurusan masa khidmat 2026–2030 di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an
Lembaga pendidikan ini dinilai unggul dalam mengintegrasikan kurikulum modern dan salaf yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kemenhut melalui UPT Koordinator Wilayah Aceh terus melakukan percepatan penanganan dampak bencana banjir berupa pembersihan tumpukan kayu dan material
Pesantren dipandang sebagai laboratorium sosial yang efektif dalam menanamkan nilai kebangsaan, etika publik, dan tanggung jawab sosial.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk menyiapkan fasilitas rumah ibadah dan lembaga pendidikan yang inklusif dan ramah difabel.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved