Senin 15 Juni 2020, 05:00 WIB

Mentan Semangati Petani Cilacap

LD/AS/RF/N-2 | Nusantara
Mentan Semangati Petani Cilacap

ANTARA FOTO/Arnas Padda
Mentan Syahrul Yasin Limpo meninjau lokasi penerima manfaat program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Gowa, Sulsel.

 

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus bergerak di daerah. Dirinya tidak lelah mendorong petani di daerah untuk lebih banyak memproduksi hasil pertanian.

Kemarin, Gubernur Sulawesi Selatan selama 10 tahun itu berada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. “Cilacap mampu menghadapi tantangan saat pandemi covid-19. Daerah ini bisa terus surplus pangan,” tuturnya.

Dia menambahkan, Cilacap mampu menjadi barometer keberhasilan ketahanan pangan di Jawa Tengah, Pulau Jawa, bahkan nasional. Oleh karena itu, pihaknya terus memacu produksi pangan di daerah ini untuk menambah stok pangan untuk kebutuhan nasional.

“Kami harus menyiapkan stok pangan yang cukup bagi kebutuhan di seluruh Indonesia. Cilacap sebagai lumbung pangan harus didorong terus, salah satunya dengan mengajak petani melakukan percepatan masa tanam, saat ini,” tambahnya, saat berada di Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu.

Untuk itu, pihaknya menyiapkan intervensi kekuatan pertanian untuk Cilacap. “Pelaksanaannya akan dikondisikan.”

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyatakan Gandrungmangu merupakan salah satu kecamatan penopang swasembada pangan di daerahnya. “Daerah ini perlu mendapat perhatian supaya produksi pertanian semakin meningkat dan kesejahteraan petani juga meningkat.”

Lahan terbatas

Di tengah keterbatasan la­han, Pemerintah Kota Sema­rang, Jawa Tengah, juga berusaha memacu warganya untuk tetap menanam. “Kami mengembangkan konsep urban farming untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga ketahanan pangan,” kata Kepala Dinas Pertanian Hernowo Budi Luhur.

Dari luas total 373,7 kilometer persegi, Kota Semarang hanya menyisakan 5% lahan di antaranya untuk pertanian. Selain menanam sayuran dan buah-buahan di lahan itu, warga juga memanfaatkannya untuk perikanan.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menambahkan, warga Semarang juga sudah terbiasa memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk kebun kecil. “Selain itu, kami juga menggerakkan warga untuk menanam di lahan sekitar daerah aliran sungai.”

Pemkot bergerak dengan merangkul kelompok ibu PKK dan organisasi kemasyarakat­an. Mereka juga memberikan bantuan bibit, benih, dan peralatan pertanian.

Lahan kritis di Kabupaten Bangka, Bangka Belitung, juga jadi sasaran penanaman. Pelakunya, Kelompok Tani Hutan Mutiara Timur. Tidak tanggung-tanggung, mereka menanam 35.200 pohon jambu mete di sekitar pesisir hutan pantai lintas timur Bangka.

“Kami mengantongi izin menanam, menjaga dan merawat 35.200 pohon jambu mete dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ini merupakan program pemulihan 32 hektare lahan kritis,” kata David Siga, Ketua Kelompok Tani.

Keputusan Kementerian LHK itu sangat strategis. Pasalnya, di musim kemarau, lahan kritis itu rawan terbakar, sehingga membahayakan lingkungan di sekitarnya. “Kami juga akan menanam jagung, sayuran dan kacang-kacangan di sela-sela tanam­an jambu mete, sehingga petani anggota kelompok bisa mendapat tambahan penghasilan,” tandas David. (LD/AS/RF/N-2)

 

Baca Juga

dok.pribadi

Politisi Muda Papua Minta Lukas Enembe Contoh Barnabas Suebu Patuh Hukum

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 18:55 WIB
POLITISI Muda Papua Haris Yoku menilai dua kali mangkirnya Gubernur Lukas Enembe ke KPK yang diduga korupsi tidak memberi contoh baik bagi...
DOK. Dekranasda Flotim

Kriya Tenun Karya Pengrajin Flores Timur Diminati Berbagai Kalangan

👤Alexander Taum 🕔Jumat 30 September 2022, 18:25 WIB
KEUNIKAN dan eksotisme kerajinan warisan leluhur Flores Timur, Nusa Tenggara Timur menarik minat pengunjung Pameran Nasional Kriyanusa yang...
DOK MI

Pemkab OKU Minta BUMDes Fokus Kembangkan Desa Wisata

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 30 September 2022, 18:11 WIB
Pemerintah Kabupaten OKU mendorong badan usaha milik desa (BUMDes) di Kecamatan Ulu Ogan untuk mengembangkan potensi wisata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya