Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jawa Timur Terjunkan Tim Hunter

FAISHOL TASELAN
06/6/2020 06:00
Jawa Timur Terjunkan Tim Hunter
PENUTUPAN JALAN DI PERBATASAN KOTA SURABAYA: Petugas meminta pengendara kendaraan bermotor untuk berputar balik di Jalan Rungkut Menanggal,( ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur (Jatim) menerjunkan Tim Covid-19 Hunter kesejumlah daerah untuk menanggulangi tingginya jumlah pasien positif korona diprovinsi itu. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan 11 kabupaten dan kota yang akan didatangi tim ialah Sidoarjo, Tulungagung, Gresik, Bangkalan, Nganjuk, Lamongan, Madiun, Jember, Probolinggo, serta Kabupatendan Kota Kediri. Menurutnya, Tim Covid-19 Hunter bergerak mulai hari ini menuju Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Tulungagung, Bangkalan, dan Kabupaten/Kota Kediri.

"Tim akan melakukan screening atau tes massal ke beberapa daerah di Jatim yang memiliki jumlah orang tanpa gejala (OTG) ataupun pasien dalam pengawasan (PDP) di atas 52%," katanya, kemarin. Ia menjelaskan, screening mencakup rapid test untuk screening awal. Bagi yang hasilnya reaktif, ditindak lanjuti dengan tes swab dengan PCR dan tes cepat molekular (TCM).

Khusus untuk Kota Surabaya, lanjut Gubernur, telah dilakukan tes mobile secara massal. "Surabaya sudah melakukan langkah sendiri sehingga tim dialihkan ke daerah lain," ujar Khofifah. Menurutnya, petugas akan berada di setiap daerah selama empat sampai lima hari untuk melakukan rapid test dan tes swab secara massal. Jika hasil tes PCR menunjukkan positif, pasien langsung dirujuk ke rumah sakit untuk segera ditangani sehingga diharapkan lekas sembuh.

Khofifah menjelaskan, tingginya angka OTG dan PDP di beberapa daerah menjadi alasan utama mengapa Tim Covid-19 Hunter diturunkan. Apalagi, saat ini OTG yang berpotensi positif covid-19 bisa mencapai sekitar 35%, sedangkan PDP berpotensi positif sampai 55%. "Di Bangkalan, misalnya, PDP-nya 34, tetapi OTG-nya sudah 708. Artinya, OTG yang tinggi jika tidak segera di-rapid test, kalau reaktif tidak segera di-swab, ada kekhawatiran carrier sehingga potensi menyebarkan covid-19. Ini juga terjadi di Tulungagung dan daerah lainnya," jelas Gubernur.

Hasil penelusuran

Sehari sebelumnya, dalam rapat terbatas, Presiden Joko Widodo meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk fokus pada tiga provinsi dengan angka penularan tinggi. Ketiga provinsi itu ialah Jatim, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di Sulsel, kasus covid-19 terus bertambah dan saat ini angkanya mencapai 1.721 kasus. Berdasarkan data, sejak akhir Mei terjadi penambahan lebih dari 40 kasus setiap hari. Namun, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan pihaknya tidak melihat perkembangan kurva penyebaran virus korona di daerahnya, tapi rata-rata sebaran di daerah yang disebutnya sudah mulai turun di 18 kabupaten/ kota.

"Kita berharap, di samping usaha kita menekan angka positif (covid-19), kita juga meminta pertolongan kepada Allah supaya segala bencana yang selama ini menjadi ancama bagi manusia bisa diangkat dari bumi Indonesia," kata Nurdin, kemarin.

Sementara itu, Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalimantan Selatan, Abdul Haris Makkie, mengatakan, lonjakan kasus positif covid-19 di provinsi itu merupakan hasil kerja tim gugus tugas yang melakukan penelusuran (tracking dan tracing) secara masif di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. (LN/DY/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya