Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Petugas Awasi Ketat Pasar Tradisional

(UL/TJ/FB/N-3)
03/6/2020 04:55
Petugas Awasi Ketat Pasar Tradisional
PENGGUNAAN TIRAI PLASTIK DI PASAR TRADISIONAL(MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.)

TIGA pasar tradisional di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ditutup sementara selama tiga hari. Hal itu dilakukan setelah seorang pedagang terkonfi rmasi positif covid-19 seusai swab test massal.

Terkait dengan itu, Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemerintah Kota Cirebon, Nanan Abdul Manan, menjelaskan tiga pasar yang akan ditutup ialah Pasar Pabuaran Kidul, Pasar Pabuaran Lor, dan Pasar Pabuaran Wetan. "Penutupan dilakukan pada 3 hingga 5 Juni 2020," ungkap Nanan, kemarin.

Menurutnya, keputusan untuk menutup pasar tercapai setelah musyawarah desa yang dihadiri kuwu (kepala desa), pengelola pasar, serta petugas Puskesmas dan Muspika Kecamatan Pabuaran menyepakatinya. Terpisah, aparat Polsek Bandung Kidul bersama TNI dan petugas kecamatan setempat melakukan penegakan disiplin terkait penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional.

Hal itu untuk memastikan pengun jung pasar taat aturan sesuai protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. "Sampai 14 hari ke depan, kami turunkan sekitar 20 personel polsek dan babinsa untuk mengawal status PSBB proporsional adaptasi menuju new normal. Kami berikan imbauan dengan pengeras suara dan menegur pengunjung pasar yang tidak mengenakan masker," kata Kanitlantas Polsek Bandung Kidul, Ajun Komisaris Fiekry Adi Perdana, di pasar tradisional RW 01 Kordon, Kelurahan Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul.

Selain itu, lanjut Fiekry, petugas juga memberikan pengertian terhadap warga akan pentingnya mencegah penyebaran covid-19 dengan mencuci tangan serta menggunakan masker. Meski melakukan penegakan disiplin, petugas belum menerapkan sanksi keras kepada warga yang kedapatan masuk pasar tanpa memakai masker.

Sementara itu, Perum Bulog Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terus berupaya menjaga stabilitas harga termasuk dengan menggelar operasi pasar. Namun, operasi pasar dilakukan melalui pola berbeda, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19.

Biasanya, operasi pasar digelar dengan berpindah dari satu titik keramaian ke keramaian lain. Hal itu untuk menarik antusiasme warga agar membeli barang yang ditawarkan dengan harga murah. Namun, kali ini pola operasi pasar berubah. Demi mencegah terjadinya kerumunan warga, pola berpindah dari satu keramaian ke keramaian lain tidak lagi dilakukan.

Perum Bulog menggantinya dengan cara, setiap kepala desa secara langsung datang ke Bulog untuk melakukan permintaan. Cara kedua, Bulog yang mendistribusikan barang-barang secara langsung ke desa-desa sesuai permintaan. (UL/TJ/FB/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya