Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA ikan di Labuanbajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur terus meningkat. Hal ini disebabkan minimnya pasokan ikan setelah para nelayan memilih tidak melakut di saat ramada dan pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Manggarai Barat Yeremias Ontong mengungkapkan menurunnya pasokan ikan ke sejumlah penjual maupun pengecer ikan, disebabkan dua faktor yakni situasi Covid-19 dan umumnya nelayan menjalani ibadah puasa.
"Jadi sangat wajar jika pasokan ikan sedikit berkurang. Bukan berarti ikan itu tidak ada. Di pasar ikan segar maupun kering masih dijual," katanya, Jumat (15/5).
Di Tempat Pelelangan Ikan Kampung Ujung Labuanbajo, harga ikan memang mengalami peningkatan. Untuk ikan segar berbagai jenis harga yang semula Rp40 ribu per kilogram naik menjadi Rp55 ribu-Rp60 ribu per kilogram.
Di sisi lain, Ameng Arifin, seorang nelayan di Binongko, Kelurahan Labuanbajo mengaku enggan melaut akibat wabah Covid-19 serta saat ini bertepatan dengan bulan puasa. Ameng mengatakan dia bersama rekan nelayan lainnya takut akan tertularnya virus korona dan memilih menjalankan ibada puasa sambil berdiam diri di rumah untuk memperbaiki alat tangkap ikan.
"Nelayan lebih memilih menjalankan ibadah puasa ketimbang pergi mencari ikan di laut lalu tertular. Kami semua buta soal virus korona yang mematikan itu, "katanya.
Tasmin Ismail, nelayan asal Papa Garang, Kecamatan komodo menuturkan sejak pandemi Covid-19, kelompok nelayan mereka yang biasanya mancing ikan dasar untuk di ekspor seperti ikan kerapu, kakap, atau kerapu tikus. Namun, sejak awal Maret mereka berhenti melaut.
"Ini karena dengar berita banyak orang meninggal karena virus korona. Sebagai manusia kita juga harus waspada. Karena pemerintah sudah mengimbau untuk tidak keluar rumah dan berkerumun. Kita patuhi itu," ujar Tasmin. (R-1)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved