Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKOLAH di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, telah menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pengadaan paket data bagi siswa untuk bisa belajar secara online.
Namun, ketersediaan pulsa itu ternyata tidak membantu siswa karena ketiadaan sinyal.
Baca juga: Tidak Bisa Online, Pesta Adat Batak Ditiadakan karena Korona
Seorang guru di SD Inpres Lewokoli di Desa Aransina Kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur, Blasius Dana Soge saat dikonfirmasi Rabu (22/4), mengakui, sekolah telah memanfaatkan sebagian dana BOS untuk membantu kebutuhan pulsa data bagi siswa. Hanya saja, belum seluruh lokasi domisili siswa dicakupi sinyal internet.
"Siswa hanya belajar di rumah secara daring. Kami juga memanfaatkan dana BOS untuk membantu siswa membeli pulsa data. Tetapi yang jadi kendala justru adalah sinyal internet yang belum masuk ke desa. Sehingga anak-anak harus cari sinyal dulu baru bisa akses internet. Biasanya mereka ke satu-satunya lokasi yang ada sinyal dan cukup jauh dari sini," kata Blasius.
Baca juga: Polda NTT Sita Ratusan Liter Miras Oplosan dari Penumpang Kapal
Seorang orangtua siswa, Emanuel juga mengakui hal yang sama. Ia harus rela mendampingi anaknya ke lokasi dengan sinyal internet yang cukup dari desa mereka.
"Pulsa data sudah terisi, tapi tidak ada sinyal internet di sini. Sehingga saya juga harus mengantar anak saya ke lokasi satu-satunya yang ada sinyal. Jalan ke lokasi sinyal juga cukup jauh dan berada di ketinggian. Banyak semak belukar di sana, sehingga saya selalu temani anak saya ke sana hanya supaya anak saya bisa akses internet untuk belajar dan mengerjakan tugas secara daring," ungkap Emanuel.
Baca juga: Relawan Solo Bagikan Mainan Bantu Anak Lewati Pandemi Korona
Sejumlah siswa mengungkapkan kondisi yang mereka jalani. "Ini satu-satunya lokasi yang ada sinyal. Hampir setiap hari kami harus berjalan kaki kira-kira 1 jam lebih untuk tiba ke lokasi sinyal ini. Desa kami belum ada sinyal. Untuk telepon saja sulit, apalagi internet. Di tempat sinyal ini, kami bisa belajar menggunakan akses internet dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Kadang-kadang putus internetnya sehingga cukup menggangu, tapi mau bagaimana lagi karena ini satu-satunya lokasi sinyal. Mudah-mudahan desa kami bisa secepatnya dipasang sinyal internet agar kami tidak lagi kesulitan mencari sinyal," pungkas Susana, salah seorang siswi Kelas 6 SD Inpres Lewokoli. (X-15)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved